Serma Pur Asharie, Pejuang Kemerdekaan Yang Luput dari Perhatian

0
1423


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Kenangan pertempuran melawan Belanda merebut kemerdekaan Republik Indonesia masih kental dalam ingatan Asharie, lelaki kelahiran Banyuwangi, 30 Juli 1926. Bagaimana dia melewati desingan peluru Belanda, seakan masih terasa di tangannya yang pernah terserempet peluru.

Lelaki tua berusia hampir satu abad itu, ternyata seorang veteran perang kemerdekaan. Namun, kondisinya kini sudah tidak seperti di masa perjuangan dulu.

Pendengarannya sudah banyak berkurang, begitu juga dengan penglihatannya, sudah tidak mungkin dioperasi karena faktor usia. Dan kalau berjalan, lelaki itu harus dibantu dengan tongkat.

“Saya awalnya jadi tentara masuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) dulu. Waktu itu saya masih duduk di kelas 3 SR. Saat itu saya mau dimasukkan ke pondok. Akhirnya saya bersama teman-teman datang ke Banyuwangi untuk ikut daftar BKR,” ujarnya mengawali cerita, Sabtu (27/1/18) di rumahnya yang sederhana.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last