Setahun Terbangkan 20 Ribu Penumpang

  • Bagikan
RENOVASI: Terminal lama Bandara Blimbingsari akan disamakan desainnya dengan terminal baru.
RENOVASI: Terminal lama Bandara Blimbingsari akan disamakan desainnya dengan terminal baru.

Bandara Blimbingsari di Kecamatan Rogojampi sudah genap dua tahun beroperasi. Dalam tempo dua tahun ini, pertumbuhan penumpang yang menakjubkan. PENGOPERASIAN Bandara Blim bingsari sebagai bandara komersial dilakukan pada Desember tahun 2010 lalu.

Pada tahun itu, yang melayani penerbangan komersial adalah pesawat jenis Caravan dengan kapasitas penumpang sembilan orang. Pada tahun 2011, pesawat yang beroperasi ganti dengan pesawat Jenis Fokker-50 dengan kapasitas penumpang 50 orang.

Hanya da lam perjalanannya, pesawat Fokker itu tidak bertahan lama melayani rute penerbangan Banyuwangi- Surabaya (PP). Setelah pesawat Fokker milik maskapai Sky Aviation itu tidak beroperasi, ganti pesawat milik maskapai Merpati Nusantara Airlines (MNA) yang beroperasi. Kapasitas penumpang juga lebih banyak yakni 75 orang. 

Selama setahun, pesawat merpati (MNA) jadi pemain tunggal dalam melayani penumpang pesawat Banyuwangi-Surabaya. Dalam setahun, penumpang pesawat terus tumbuh cukup signifi kan. Pada pertengahan tahun 2012 lalu, PT Lion Air melalui anak perusahaannya datang mengoperasikan pesawat Wings Air dengan kapasitas penumpang 72 orang Walau ada tambahan pesawat yang beroperasi, namun penumpang tidak surut. Sebaliknya, jumlah penumpang tambah meningkat.

Pesawat Merpati beroperasi pada sore hari, sedangkan pesawat Wings Air beroperasi pada pagi hari. Dengan beroperasi pesawat Wing Air, aktivitas bandara Blimbingsari semakin ramai. Berdasarkan data yang ada di Satker Bandara Blimbingsari, kepadatan penumpang pada tahun 2012 naik drastis di bandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2011, penumpang pesawat yang melalui bandara Blimbingsari hanya sekitar 7.000 orang. Sedangkan tahun 2012 hingga bulan Desember ini, penumpang yang terbang di Bandar Blimbingsari sudah mencapai 20 ribu orang lebih. “Meningkatkan jumlah penumpang itu, bukan sematamata karena ada tambahan pesawat.

Namun karena kebutuhan masyarakat terhadap transportasi udara juga meningkat,” papar Kepala SantkerBandara Blimbingsari, Andy Hendra Suryaka. Yang membanggakan, daerah lain biasanya membutuhkan waktu minimal lima tahun untuk menciptakan pasar. Namun untuk Bandara Banyuwangi hanya butuh waktu satu tahun, pasar terbentuk cukup bagus. “Ini semua berkat sinergi semua pihak untuk memajukan Banyuwangi,” tutur Andy. Seiring dengan meningkatnya penumpang itu, bandara terus menambah beberapa sarana pendukung. Selama ini, sarana pesawat terbang sudah dianggap sudah cukup memadai oleh masyarakat.

Yang perlu pembenahan cepat adalah angkutan sisi darat. Selama ini, penumpang kesulitan mencari angkutan umum baik menuju bandara maupun sebaliknya. Taksi umum yang ada di bandara tidak cukup memadai melayani penumpang pesawat itu. Sebagai solusi persoalan itu, pemerintah daerah menggandeng Perum Damri untuk mengoperasikan dua unit bus umum. Dua bus itu, dalam waktu dekat ini akan diluncurkan sebagian khusus bandara. Dua bus itu akan mengantarkan penumpang pesawat hingga terminal Sri Tanjung untuk utara dan terminal Genteng untuk selatan. Peluncuran dua unit bus itu, kini sedang menunggu proses izin. (radar)

Baca :
Pulihkan Ekonomi, Banyuwangi Kembali Bagi-Bagi Alat Usaha ke Warga
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: