Sidang Tatib Memanas

0
350

sidangmemanasTEGALSARI – Sidang pleno pertama dengan agenda pembahasan tata tertib (tatib) pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) NU berlangsung panas kemarin (12/1). Sejumlah pasal dalam draf yang telah disiapkan panitia dibelejeti. Meski berlangsung aman dan lancar dalam pembahasan awal, tapi saat membahas kriteria calon dan proses pemilihan, suasana menjadi tegang. “Kami usul calon harus menyandang gelar S1 atau S2, karena ini sudah menjadi kebutuhan,” usul Syahroini, dari MWCNU Rogojampi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Usul itu ternyata ditolak kebanyakan peserta konfercab. Banyak alasan yang disampaikan peserta atas penolakannya. “Gelar sarjana tidak menjamin keberhasilan memimpin organisasi,” kata salah satu peserta dari Glenmore. Perdebatan panas kembali terjadi saat membahas Pasal 27 ayat 3. Dalam draf yang ada, bakal calon (balon) bisa maju dalam pemilihan bila mendapat dukungan 150 suara. “Saya usul dukungan bagi calon yang akan maju dalam pemilihan ini didukung 250 suara,” sebut Ketua Rais Syuriah MWC NU Genteng, KH. Arsyad. Usul 250 suara bagi balon yang akan mengikuti pemilihan tersebut mendapat banyak dukungan. Akhirnya, Guntur Al Badri sebagai pimpinan sidang harus mengubah draf. “Calon bisa maju harus didukung 250 suara,” katanya sambil mengetuk palu. (radar)