Sikat Habis dari Hulu sampai Hilir

0
365

POLISI kembali menabuh genderang perang terkait maraknya penambangan emas di kawasan Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran. Perkembangan terbaru, ribuan penambang emas kembali beraktivitas di kawasan tersebut. Mereka berasal dari Banyuwangi dan luar Banyuwangi. Maraknya penambangan emas ilegal itu mengusik ketenangan petinggi Polres Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebagai langkah awal, polisi mulai menangkap para penambang, pengepul, dan penadah. Perang terhadap penambang ilegal itu akan terus dikobarkan seiiring maraknya aktivitas penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu. Rupanya Kapolres AKBP Nanang Masbudi tidak main-main terkait kembalinya penambang ke kawasan tersebut.

Kapolres berjanji akan menyikat habis penambang liar. Bukan hanya si penambang, pengepul dan penadah juga akan dilibas. Terkait kepentingan tersebut, kapolres akan koordinasi dengan instansi lain. Itu dimaksudkan agar langkah “memerangi” penambang liar itu tidak sekadar one man show.

Loading...

Kita mendukung penuh penangkapan para penambang liar. Sebab, apa yang dilakukan para penambang itu jelas merusak lingkungan, khususnya kawasan milik Perhutani. Harapan kami, penangkapan tidak hanya berlaku bagi penambang ecek-ecek. Pemilik sumur emas dan “investor” penambangan ilegal itu juga akan disikat habis.

Bila perlu, aparat kepolisian juga harus membersihkan anggotanya yang bermain-main dengan tambang emas ilegal tersebut. Dikaui atau tidak, memerangi penambang emas butuh kekompakan. Dukungan semua pihak sangat diperlukan. Rasanya sangat tidak adil kalau persoalan tambang emas hanya dibebankan kepada polisi. Perhutani sebagai pemilik lahan juga harus proaktif.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2