Siswa Diajari Olah Sampah

0
418
LANGSUNG PRAKTEK: Peserta pelatihan pupuk diajak menamam bibir sayur di Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi kemarin.
LANGSUNG PRAKTEK: Peserta pelatihan pupuk diajak menamam bibir sayur di Kampung Ujung, Kelurahan Kepatihan, Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Sekitar 70 orang yang terdiri dari siswa SMA dan perwakilan Jebeng-Thulik mengikuti pelatihan pengolahan sampah menjadi pupuk organik kemarin (29/4). Acara yang digelar Himpunan Pecinta Alam Banyuwangi (Hipaba) itu dilangsungkan di tempat pengolahan pupuk organik yang dikelola Kelompok Masyarakat Kota (Maskot) di Kampung Ujung, Kepatihan, Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Meski beralas rumput, para peserta terlihat bersemangat mengikuti pelatihan pengolahan pupuk organik. Mereka mendapat pelatihan mulai dari cara mengolah sampah hingga menjadi pupuk organik. Ketua kelompok Maskot, Ramang Rakasiwi, 35, memaparkan bagaimana cara mengolah sampah menjadi pupuk organik. “Dengan pelatihan ini, minimal mereka bisa mengerti manfaat dan bahaya sampah,” kata Ramang.

Setelah pemaparan materi seputar pupuk organik, Ramang mengajak peserta pelatihan untuk mempraktekkan cara pemupukan yang benar pada tanaman. Peserta pelatihan pun serentak menanam bibit sayur diikuti praktek pemupukan. Selesai praktek, peserta banyak yang mengambil hasil tanaman sayur untuk dibawa pulang.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), Slamet, 40, berpesan kepada peserta agar tidak membuang sampah sebarangan. “Sebagai generasi muda, kita buktikan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya. (radar)