Beranda Hukum Siswa SMP Jadi Saksi Jagal Pandan

Siswa SMP Jadi Saksi Jagal Pandan

0
496
TEGANG: Terdakwa Bayu dalam sidang pembunuhan Jane dan Sherly di PN Banyuwangi kemarin.
TEGANG: Terdakwa Bayu dalam sidang pembunuhan Jane dan Sherly di PN Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Sidang kasus pembunuhan dengan korban Jane Ariswati alias Yeni, 57, dan putrinya Sherly Kurniawati, 28, warga Dusun Pandan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (12/11).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam sidang tersebut, hanya dua dari tiga terdakwa yang bisa menjalani sidang. Dua terdakwa itu adalah Bayu Trilaksana Putra, 21, dan M. Indra Yazid, 25. Sidang terdakwa lain, yakni Dimas Yudo Pranoto, 25, terpaksa ditunda karena penasihat hukumnya, Siti Nur Hayati SH, mendadak sakit.

Loading...

Sidang kedua terdakwa dilakukan terpisah. M Indra Yazid yang tinggal di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, diadili majelis hakim yang dipimpin Elly Istianawati SH beranggota I Wayan Gede Rumega SH dan Tenny Erma Suryathi. Sidang Bayu Trilaksana Putra dipimpin Siyoto SH dan beranggota Afrizal Hadi SH dan Unggul Tri Esthi Mulyono SH.

Agenda kedua sidang jagal Pandan itu sama, yakni mendengarkan keterangan saksi Rahmat Ardi, 17, pemilik motor Yamaha Jupiter Z yang digunakan ketiga terdakwa ke rumah korban di Dusun Pandan, Desa Kembiritan. “Motor dipinjam Dimas dan Yazid,” katanya  Rahmat yang masih berstatus pelajar SLTP itu mengaku baru tahu lima hari kemudian bahwa motornya digunakan ketiga terdakwa untuk membunuh dua korban.

Sebab, saat itu beberapa anggota polisi datang kerumahnya dan menyita motornya. “Saya diberi tahu polisi bahwa motor saya digunakan para terdakwa ke rumah korban saat pembunuhan,” ujarnya. Kepada majelis hakim, Rahmat mengaku tidak menerima uang sepeser pun saat motornya dipinjam para terdakwa. Hanya saja, sebelum motor dikembalikan, oleh Yazid sempat diisi bensin sebanyak satu liter. “Yazid memberi tahu motor saya diisi bensin satu liter,” ungkapnya. Mengenai kasus pembunuhan yang dilakukan ketiga terdakwa, Rahmat mengaku tidak tahu sama sekali. Dirinya mendengar ada pembunuhan di Dusun Pandan, Desa Kembiritan, sehari setelah motornya dipinjam ketiga temannya itu. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!