Situs Jati Papak Dipercaya Peninggalan Sunan Kalijaga

0
3426

MASJID Agung Demak yang dibangun Raden Fatah dan dibantu para wali pada tahun 1479 Masehi oleh sebagian rakyat dipercayai memiliki keterkaitan dengan Bumi Blambangan. Dari empat tiang (soko guru) kayu jati masjid itu, salah satunya berasal dari Alas Purwo, Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Empat tiang yang dipancangkan di Masjid Agung Demak itu dipasang sesuai penjuru mata angin. Tiang di barat laut didirikan Sunan Bonang, di barat daya karya Sunan Gunung Jati, di bagian tenggara buatan Sunan Ampel, dan yang berdiri di timur laut karya Sunan Kalijaga.

“Pohon jati yang di gunakan Sunan Kalijaga untuk tiang masjid itu konon berasal dari Alas Purwo,” ujar Trimo, 62, salah seorang sesepuh Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo. Berdasar cerita turun temurun yang ber kembang di masyarakat dan hasil penerawangan alam gaib, tunggak jati (Jati Papak) atau bekas potongan pohon yang digunakan Sunan Kalijaga itu tidak terlihat secara kasat mata.

Bahkan, hanya orang dengan hatiyang bersih bisa diperlihatkan letak tunggak pohon jati tersebut. Ada beberapa versi mengenai Situs Jati Papak itu. Satu versi menyebutkan pohon jati di Alas Purwo itu sampai Demak dibawa sejumlah katak melalui jalur laut.

Versi lain, pohon jati yang diambil dari Alas Purwo itu berpindah langsung menjadi penopang kekuatan soko tatal (dari serpihan patahan kayu) yang diikat Sunan Kalijaga. “Sepintas tampak  luar memang soko tatal, tapi sejatinya itu pohon jati besar,” cetusnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Bupati Anas Akan Tertibkan Hiburan Malam Yang Langgar Perda