Skor dan Urutan Siswa Hilang

  • Bagikan

Dispendik Berdalih  Sistem Online  dalam Perbaikan

BANYUWANGI – Dua hari sebelum waktu penerimaan peserta didik baru (PPDB) ditutup, masih ditemukan beberapa kendala di lapangan. Seperti hilangnya skor siswa dan kosongnya urutan siswa dari jalur sekolah yang dipilih. Seperti yang terjadi di SMAN 1 Glagah. Hermawan, 48, salah satu orang tua siswa, mengaku heran saat nama anaknya tidak tercantum di sekolah mana pun.

Padahal, jelas-jelas pada Sabtu (4/7) dia masih melihat anaknya berada di urutan ke-19. Lantaran penasaran, dia pun menemui operator SMAN 1 Glagah untuk meminta penjelasan. Kebetulan di saat yang sama sekitar pukul 11.00, website sedang mengalami perbaikan.

Sehingga, pihak sekolah tidak bisa memperlihatkan urutan siswa tersebut. “Waktunya sudah mepet mau tutup, jadi saya panik. Semoga nanti di Dinas Pendidikan ada penjelasan,” kata Hermawan. Terkait hilangnya skor dan urutan ranking yang kacau tersebut, kemarin sejumlah wali murid dan siswa mendatangi kantor Dispendik Banyuwangi.

Mereka menanyakan hilangnya skor dan ranking.  Sekretaris PPDB SMAN 1 Glagah, Nuryadin, menjelaskan bahwa sistem memang sedang mengalami perbaikan. Mulai  Sabtu (4/7) malam sampai Senin (6/7) pukul 09.00 lalu diperbaiki, dan kembali diperbaiki pada pukul 11.00.

”Setelah pukul09.00 masih ada kendala seperti nilai yang kosong dan nama pendaftar hilang,” kata Nur. Setelah web kembali berjalan, banyak hal yang sudah diperbaiki Dinas Pendidikan. Termasuk, penghitungan skor yang  mulai membaik.

“Memang ada kendala di web. Setelah normal, nilai kosong sudah terisi dan yang penghitungannya berbeda, sudah benar sesuai perbup,” jelas Nuryadin kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Sementara itu, terkait masalah tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono melalui Sekretaris Dinas, Dwi Yanto, menjelaskan sistem sedang mengalami refresh bertahap.

Tidak  mungkin sistem melakukan perbaikan sekaligus. Secara berkala,nilai siswa sudah disesuaikan sesuai scoring perbup yang sudah disosialisasikan. Mulai kemarin (6/7) siang perhitungan nilai siswa sudah tidak ada masalah. “Sistemnya melakukan refresh setiap 30 menit.

Jadi, kalau dalam tempo itu terjadi kehilangan poin itu wajar. Setelah itu, nilai sudah normal dan tidak ada yang salah lagi. Kita buat bertahap supaya tidak mengganggu semua,” terang Dwi. Terkait perubahan penghitungan nilai scoring PPDB yang baru disesuaikan perbup, Dwi mengakui terjadi perbedaan persepsi antara Dispendik dan pihak  Pustekom.

Oleh karena itu, selama beberapa hari sebelumnya terjadi perbedaan penghitungan nilai yang menyebabkan banyak pendaftar kebingungan. Semua, jelas Dwi, telah diperbaiki, termasuk nilai siswa yang sudah melakukan pendaftaran  sebelumnya.

Sehingga, siswa yang sudah mendaftar tidak perlu khawatir kalah dengan penghitungan skor sesuai Perbup selama memang nilainya sesuai. “Data yang baru ini dikonversi menjadi poin maksimalnya seribu. Kita akui ini   bukan kesalahan siapa pun,  tapi karena ada miss-persepsi.

Seharusnya perincian skor PPDB  dibedah dari pasal ke pasal, sehingga tidak ada kesalahan,” jelasnya. Saat ditanya mengenai perpanjangan waktu PPDB lagi, Dwi Yanto mengatakan bahwa waktu yang diberikan sudah sesuai.

Jadi, kemungkinan besar tidak ada penambahan waktu untuk PPDB online. “Kita yakin besok (hari ini) semua tuntas. Dari tadi kita juga minta kepala sekolah  selalu memberikan kabar sekiranya ada masalah, jadi kita harap sesuai jadwal sudah bisa tuntas,” tegasnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: