Skor PPDB Dicoret, IPSI BWI Meradang

0
159

skorBANYUWANGI – Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) Banyuwangi meradang. Gara-garanya, poin prestasi seorang siswa juara silat peserta Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) jalur mandiri tiba-tiba dihilangkan. Hal itu terjadi dalam PPDB jalur mandiri di SMAN 1 Banyuwangi. Berdasar verifikasi data dan pengujian oleh panitia, ada peserta juara silat yang kalah saat adu tanding dengan siswa di sekolah tersebut. Sehingga, kredit poin peserta itu dihilangkan panitia. Rupanya, kejadian itu membuat tensi pengurus IPSI Banyuwangi meninggi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Organisasi tersebut merasa ikut terkena imbas negatif atas kejadian tersebut. Sebab, induk organisasi semua perguruan silat itu menegaskan, piagam selalu diberikan kepada yang berhak. ‘’Kami (IPSI) tidak pernah sembarangan membuat dan memberikan piagam,” tegas Sekretaris Pengcab IPSI Ba nyuwangi, Mukayin, kemarin (16/6). Menurut Mukayin, IPSI ikut tercoreng terkait peristiwa yang terjadi terhadap peserta PPDB di SMAN 1 Banyuwangi itu. 

Sebab, peserta itu seolah-olah memiliki piagam silat tapi saat dites ternyata kalah dengan siswa sekolah tersebut. ‘’Akan kami cek piagam itu asli ataukah palsu,” janjinya. Mukayin menambahkan, piagam itu harus jelas siapa yang menerbitkan.Dia mengatakan, IPSI tahu betul piagam yang dikeluarkan dalam setiap momen kejuaraan. “Kalau piagam itu benar-benar palsu, maka IPSI juga akan mengambil sikap,” tegasnya. Lantas, bagaimana jika piagam itu asli?

Dia menyampaikan akan melakukan kroscek di lapangan. Yang perlu dipertanyakan, kata dia, justru saat uji tanding melawan siswa di sekolah tersebut. ‘’Nanti akan kami cek soal kalah tanding itu,” beber guru SMKN 1 Glagah itu. Dia menjelaskan, dia akan memastikan kekalahan calon siswa itu saat uji tanding. Yang jelas, jika memang kalah, perlu diperjelas apakah lawannya sesuaiataukah tidak. “Peserta itu baru lulus SMP dan lawan tandingnya sudah tingkat SMA,” ujarnya sambil geleng-geleng kepala. 

Selain itu, IPSI akan mencari tahu identitas peserta yang memiliki piagam juara silat itu. Selain identitas, IPSI akan mencari tahu asal sekolah siswa tersebut. ‘’Biar semua jelas,” ujarnya. Oleh karena itu, IPSI Banyuwangi akan melangkah lebih jauh terkait kasus tersebut. Sebab, masalah itu mencoreng salah satu cabang olahraga di bawah kepemimpinan DR. Guntur Priambodo itu. ‘’Kami tegaskan, setiap piagam selalu kami berikan kepada yang berhak alias juara di kelas masing-masing,’’ pungkasnya.

Sementara itu, secara terpisah Kepala SMAN 1 Banyuwangi Istu Handono mengatakan, pihak sekolah memang melakukan validasi semua piagam peserta PPDB. Piagam yang meragukan akan dicek kebenarannya. “Di sekolah kami juga ada anggota IPSI,” ujarnya. Seperti diberitakan sebelumnya, PPDB di SMAN 1 Banyuwangi dilakukan verifikasi secara berlapis. Di SMAN 1 Banyuwangi ada enam lapis panitia yang memverifikasi piagam pendaftar. 

Selain memverifikasi keaslian dokumen dengan legalisasi dari Dispendik,panitia juga melakukan wawancara kepada peserta. Langkah terakhir adalah menguji kemampuan peserta. Pada proses itu, peserta akan diuji sesuai level piagam. Kali ini beberapa peserta memilih mundur ketika tidak bisa membuktikan keaslian piagam. “Ada seorang juara silat tapi kalah saat diuji dengan murid di sini, jadi langsung kita hilangkan poinnya,” jelas Gede, ketua panitia PPDB SMAN 1 Banyuwangi, saat itu. (radar)

Loading...