BANYUWANGI, KOMPAS.com – Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menunjukkan tren positif di bidang pariwisata, dengan mencatatkan 3.671.197 kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025.
Angka tersebut meningkat sebesar 7,25 persen jika dibandingkan dengan tahun 2024, yang mencatatkan kunjungan wisatawan sebanyak 3.405.145 orang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, mengatakan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak.
“Meski angka menunjukkan kenaikan, kami akan terus berbenah dan memastikan Banyuwangi tetap memiliki daya tarik yang kuat untuk dikunjungi kembali di masa mendatang,” kata Taufik, Senin (19/1/2026).
Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Berburu Sunrise Terbaik di Banyuwangi
Menurut dia, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi akan melakukan evaluasi kinerja, capaian, dan catatan untuk seluruh pengelola destinasi wisata yang ada di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Langkah itu dikatakan Taufik menjadi bagian penting karena saat ini pariwisata masih menjadi sektor ekonomi unggulan yang menopang kesejahteraan daerah.
Ditanya terkait apa saja yang sudah dilakukan pemerintah daerah untuk mendorong upaya peningkatan kunjungan wisatawan tersebut, Taufik mengungkap berbagai hal.
“Dengan peningkatan sebesar 7,25 persen di tahun 2025, pertumbuhan ini menjadi bukti bahwa strategi promosi dan pengembangan destinasi yang dijalankan pemerintah daerah berjalan di jalur yang tepat,” ujarnya.
Baca juga: 6 Rekomendasi Pantai di Banyuwangi yang Wajib Masuk Bucket List Liburan
Ada beragam destinasi yang dapat dinikmati wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi, mulai dari menikmati berbagai keindahan alam, kekayaan budaya, hingga wisata buatan pun menarik kunjungan yang tinggi.
Sepanjang 2025, keberadaan destinasi-destinasi andalan tetap menjadi magnet utama yang menarik minat para pelancong, seperti Pantai Boom Marina, Pulau Merah, hutan eksotis De Djawatan, hingga keajaiban alam Kawah Ijen yang sudah dikenal luas hingga mancanegara.
Selain destinasi tersebut, tempat wisata buatan dan edukasi seperti Banyuwangi Park serta wisata alam lainnya seperti Pantai Gumuk Kantong dan Desa Wisata Tamansari juga turut menyumbang angka kunjungan yang besar.
Didukung pula dengan wisata di kawasan konservasi seperti Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Cacalan, dan Grand Watudodol.
“Meski destinasi utama tetap mendominasi, destinasi-destinasi wisata lain di berbagai sudut Banyuwangi juga menyumbang jumlah wisatawan yang tidak sedikit. Diversifikasi objek wisata inilah yang membuat wisatawan memiliki banyak pilihan,” kata Taufik.
Baca juga: Mengenal Susiyo, Pelukis Pop Surealis dari Banyuwangi, Karyanya Tembus Galeri Internasional
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa tingginya minat kunjungan ini juga tidak lepas dari kesuksesan pagelaran berbagai event dan festival di Banyuwangi.
Sepanjang tahun 2025, Banyuwangi sukses menggelar 80 event yang terangkum dalam kalender tahunan Banyuwangi Festival (B-Fest) dengan skala nasional hingga internasional.
Dari puluhan event tersebut, dua di antaranya yakni Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), yang menjadi daya tarik spesial karena masuk dalam kalender pariwisata bergengsi Kharisma Event Nasional (KEN).
“Sinergi antara keindahan alam dan kekuatan budaya inilah yang diprediksi akan terus membawa nama Banyuwangi bersinar di peta pariwisata dunia,” pungkas Taufik.
Baca juga: Alasan 5 Destinasi Wisata di Banyuwangi Jadi Favorit Wisatawan selama Nataru
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang






