SMP 1 Banyuwangi Siap UNBK Mandiri

0
252

BANYUWANGI – Persiapan pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk jenjang SMP di Banyuwangi terus dikebut. Selain 34 sekolah yang diproyeksikan untuk menyelenggarakan UNBK baik mandiri maupun bergabung  dengan SMK, beberapa SMP lain juga didorong untuk bisa menyelenggarakan UNBK dalam ujian  nasional tahun 2017 ini.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP, Supriyadi mengatakan, sebelumnya kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono mempersiapkan 34 SMP untuk menyelenggarakan UNBK tahun ini. Dengan perhitungan beberapa SMP yang belum bisa  menyelenggarakan secara mandiri  akan di migrasi ke SMK terdekat.

“Sampai hari ini kita masih melakukan pendataan, nanti dari setiap rayon akan memberikan data sekolah mana yang siap UNBK dan tidak,” kata Kepala SMPN 2 Kalipuro itu.  Supriyadi menambahkan kemungkinan dari jenjang SMP akan lebih  dari 34 sekolah yang menyelenggarakan UNBK.

Karena ada beberapa SMP yang sudah memiliki jumlah komputer sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan UNBK. “Nanti dinas pendidikan yang akan menentukan SMK mana yang digunakan  sebagai tempat UNBK SMP, kita tinggal mengikuti jadwal yang sudah ditentukan, kabarnya ada beberapa  sekolah yang memang sudah siap seperti SMPN 1 Banyuwangi dan SMP Katolik Santo Yusuf,” ujarnya.

Kepala SMPN 1 Banyuwangi,  Samsuddin Ali mengatakan jumlah komputer yang ada di sekolahnya sudah cukup untuk menyelenggarakan UNBK mandiri. Ada 100 unit komputer di tempatnya yang  nanti akan digunakan oleh 284 siswa  kelas IX. Dia juga menambahkan bahwa semua SMP yang memiliki  komputer di atas 20 unit tahun ini  diminta menyelenggarakan UNBK.   Termasuk lima SMP rujukan yang masuk dalam 34 sekolah yang juga  diminta menyelenggarakan UNBK.

“34 SMP ini dipasangkan dengan  34 SMK yang dari tahun kemarin  sudah melaksanakan UNBK. Kalau  di rayon satu sementara ini baru  SMPN 1 Banyuwangi dan SMK  Katolik yang menyatakan siap UNBK  mandiri. Di tempat saya nanti 96  komputer digunakan untuk ujian siswa dan 4 unit lagi digunakan  untuk cadangan,” jelasnya.

Samsuddin sempat memperlihatkan 100 unit komputer yang disiapkan  dalam dua ruangan terpisah. Selain  itu sudah ada tiga server juga yang dipersiapkan untuk mendukung operasional komputer pada proses UNBK. “Masih ada satu komponen lagi yang kita tunggu, setelah itu kita akan langsung melakukan uji coba,  termasuk dalam pelaksanaan USBN nanti,” kata Samsuddin.

Selain itu, di SMPN 5 Banyuwangi yang menjadi salah satu sekolah yang akan UNBK tahun ini, persiapan masih sebatas mempersiapkan koordinasi dengan SMK Gajah Mada. Kepala SMPN 5 Banyuwangi, Wiwik Susilo mengatakan sekolahnya kesulitan jika harus menyelenggarakan UNBK secara mandiri. Karena biaya yang  disiapkan untuk menyelenggarakan  UNBK mandiri cukup tinggi.

Terlebih saat ini siswa tidak boleh ditarik biaya untuk penyelenggaraan Unas dan pengadaan alat seperti komputer untuk UNBK. “Ada banyak item yang masuk dalam kategori pungli  membuat sekolah kesulitan untuk  mengadakan komputer sendiri.  Kita sempat mempertimbangkan untuk menyelenggarakan dengan laptop siswa dan guru, tapi kalau rusak nanti bingun siapa yang  menanggung. Jadi kita menunggu   saja jadwal dari dinas untuk  berkoordinasi dengan SMK Gajah Mada,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan SMP Dinas Pendidikan, Suratno menambahkan, Dinas belum bisa merilis data sekolah yang  dipastikan menyelenggarakan  UNBK. Rencananya dalam dua hari ke depan baru bisa ditentukan mana SMP yang menyelenggarakan UNBK atau ujian nasional  dengan naskah.

“Kemarin memang disampaikan Kepala Dinas ada 34 SMP. Tapi kita masih belum dapat laporan dari sekolah yang bersangkutan, nanti setelah semua  data masuk baru bisa kita  sampaikan,” ungkapnya.(radar)

Loading...