Soasialisasi Cegah Penderita Penyakit Kronis

0
211

SEMPU – Penyakit darah tinggi dan kencing manis masih menjadi momok di dunia kesehatan. Menurut data Kementerian Kesehatan, kedua penyakit tersebut menempati rangking ke-3 penyebab kematian di Indonesia lewat program Penanggulangan Penyakit Kronis (Prolanis). Untuk meminimalisasi penderita penyakit tersebut, Puskesmas Sempu bekerja sama dengan PT Askes Banyuwangi menggelar sosialisasi, penjaringan, dan pemeriksaan peserta Askes. Kegiatan yang digelar pada Jumat (5/4) lalu itu diharapkan dapat menurunkan angka kematian dan memperpanjang harapan hidup penderita kedua penyakit tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Selain itu, juga untuk mencegah terjadinya gagal ginjal yang mengharuskan seseorang cuci darah selama hidupnya, serta menghindari terjadinya penyakit stroke dan jantung coroner. “Kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian PT Askes dan Puskesmas Sempu dengan program nyatanya,” ujar Hadi Kusairi, kepala Puskesmas Sempu. Even yang diawali senam bersama dengan instruktur senam khusus lansia itu diikuti 150 orang peserta Askes. Acara dilanjutkan pemeriksaan tensi dan gula darah dari laboratotium Askes Banyuwangi.

Loading...

Di wilayah kerja Puskesmas Sempu, terdapat penderita kencing manis 20 orang, dan darah tinggi 60 orang. Mereka tergabung dalam kelompok Prolanis GauL (Gabungan Usia Lanjut). Setiap bulan, anggota Prolanis GauL melakukan senam bersama, dilanjutkan pemeriksaan dan pengobatan rutin oleh dokter keluarga Puskesmas Sempu. Nampak hadir dalam acara tersebut, Camat Sempu, kepala UPTD Pendidikan Sempu, ketua PGRI, ketua PWRI, dan ketua PAPABRI. Dalam paparannya, manajer PT. Askes Banyuwangi Drs. Adi Sunarno. Apt menekankan pentingnya usaha preventif agar semua peserta Askes bisa terhindar dari dua penyakit tersebut, serta mengurangi beban anggaran pembiayaan PT Askes.

Karena sekali cuci darah, satu penderita bisa menghabiskan dana sekitar Rp. 400.000. “Lha kalau 1 minggu 2x cuci, darah bapak/ibu bisa menghitung sendiri,” ujar Adi Sunarno. Adi juga memberi apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Camat Sempu Drs. Lukman Hakim Msi, Kepala UPTD Pendidikan, PWRI, Papabri, serta tim dokter keluarga Puskesmas Sempu yang sudah mengkoordinir kedatangan peserta Askes serta merawatnya. Di akhir kegiatan, diadakan penyegaran tentang penyakit kencing manis dan darah tinggi oleh dr. Satinta Febriyanti. Mulai cara penganggulangannya, pentingnya pemeriksaan rutin, diet, pola hidup sehat, dan aktivitas. (radar)

Loading...