Souvenir Berbahan Rotan Diminati Konsumen

0
391
VALUE ADDED: Ita mengkreasi rotan menjadi aneka macam barang kerajinan di kediamannya.
VALUE ADDED: Ita mengkreasi rotan menjadi aneka macam barang kerajinan di kediamannya.

GLAGAH – Selain menggantungkan pendapatan dari hasil kekayaan alam, ada beberapa cara yang bisa ditempuh untuk meningkatkan taraf perekonomian. Seperti yang dilakoni warga Dusun Kampungbaru, Desa/Kecamatan Glagah, ini. Berbekal keterampilan dan keuletan, pasangan suami istri (pasutri) Kusniyo Hadi, 42, dan Ita, 35, berhasil menciptakan aneka kerajinan yang sanggup menembus pasar luar Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Menyadari prospek pasar kerajinan berbahan rotan cukup tinggi, Kusniyo lantas membeli rotan setengah jadi di wilayah Bali. Sesampai di  rumahnya, rotan tersebut lantas dia kreasi menjadi beragam barang kerajinan bernilai jual tinggi. Di antaranya, vas bunga, piring, baki, toples, tempat dupa, dan beberapa jenis souvenir yang lain. Hasilnya memang sesuai prediksi. Aneka barang kerajinan tersebut ternyata benar-benar diminati konsumen.

Loading...

Pesanan pun mulai mengalir. Terutama dari Pulau Dewata, Bali. “Selain melayani pesanan, kami juga melayani pengepul asal Desa Tambong, Kecamatan Kabat. Kerajinan buatan kami kemudian dijual kembali ke luar Banyuwangi. Di antaranya ke Jakarta, Bali, dan beberapa kota besar yang lain,” ujar Ita kepada Jawa Pos Radar Banyuwangi. Ita mengatakan, bahan baku rotan dibeli dengan harga Rp 25 ribu per kilogram (kg). Satu kilogram rotan tersebut bisa dikreasi menjadi dua buah vas bunga yang dia jual seharga Rp 30 ribu per kg.

Hasilnya lumayan,” kata ibu dua putra tersebut. Namun sayang, untuk memperbesar skala usahanya, Ita mengaku terkendala modal dan pemasaran. Karena itu, dia berharap pemerintah memfasilitasi pembuatan toko kerajinan (art shop). “Harapan kami kepada pemerintah, semoga perajin kecil seperti kami difasilitasi untuk membuat toko kerajinan. Sehingga usaha kami terus berkembang, tidak hanya melayani pesanan,” harapnya. (radar)