Speed Angin Tembus 35 Km/Jam

0
157

speedBANYUWANGI – Cuaca ekstrem melanda wilayah Banyuwangi kemarin (13/5). Betapa tidak, cuaca yang semula panas tiba-tiba berganti hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang. Tak ayal, kondisi tersebut membuat sebagian warga, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, kelimpungan. Bahkan, sejumlah sarana umum di kawasan Pusat Kota Gandrung rusak diterjang angin yang bertiup dengan speed (kecepatan) tinggi tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, hembusan angin kencang tersebut mengakibatkan tiang lampu hias di depan kantor Pemkab Banyuwangi roboh. Angin kencang juga merobohkan sejumlah lapak pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Taman Blambangan. Demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, beberapa warga langsung mengepras dahan pohon yang tumbuh di pekarangan rumahnya.

Loading...

Salah satunya dilakukan seorang warga Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah. Tidak hanya itu, angin dengan kecepatan tinggi itu juga “memaksa” para pengguna jalan memperlambat laju kendaraannya Sementara itu, meskipun saat ini wilayah Banyuwangi sudah memasuki awal musim kemarau, tapi Badan Me teorologi, Klimatologi, dan Geo fisika (BMKG) memprediksi fenomena hujan lebat disertai petir dan angin kencang masih ber peluang terjadi dalam satu hingga dua hari ke depan.

“Di awal musim kemarau seperti saat ini, fenomena serupa masih berpeluang terjadi dalam satu hingga dua hari ke depan,” ujar prakirawan Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Gigik Nur baskoro, saat dikonfirmasi di kantornya kemarin. Dikatakan, hujan lebat yang di sertai petir dan angin kencang ter sebut disebabkan pengaruh lokal, yakni konveksi awan yang cukup kuat di atas daratan Banyuwangi. “Penyinaran matahari yang cukup terik mengakibatkan tekanan udara rendah di wilayah Banyuwangi.

Tekanan udara rendah itu memicu terjadinya awan Cumulonimbus (Cb) yang dapat menyebabkan hujan lebat disertai petir dan angin kencang,” paparnya. Lebih jauh Gigik mengungkapkan, kecepatan angin yang melanda pusat Kota Banyuwangi dan sekitarnya kemarin mencapai 18 knot atau setara 35 Kilometer (Km) per jam. Dia pun mengimbau warga agar waspada terhadap peluang terjadinya hujan lebat disertai angin kencang yang masih berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. “Potensi angin puting beliung masih ada,” pungkasnya. (radar)

Loading...