Spiritual Leadership Jadi Modal Sukses

0
365

GAMBIRAN – Kepemimpinan (leadership) berbasis spiritual menjadi fenomena baru yang menarik dipela- jari. Hal itu dibukukan dalam sebuah karya Ir. Misbahul Huda MBA berjudul Dari Langit Turun ke Bumi (DLTB): best practices for the spiritual leadership. Siang ini (30/5), karya monumental tersebut akan di-launching di auditorium Rumah Sakit (RS) Al-Huda, Gambiran. Selain banyak pertanyaan terkait buku tersebut, dua kolega Direktur Utama PT. Temprina Media Grafika juga memintanya menjadi narasumber tesis bertopik spiritual leadership (kepemimpinan spiritual).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Mereka adalah Marwansyah, dosen Jurusan Administrasi Niaga Politeknik Negeri Bandung yang sedang tugas belajar program S3 School of Management di University of Surrey, UK. Penelitiannya berjudul “Spiritual Leadership: The Perspectives of Indonesian Muslim Business Leaders” . Rekan yang satunya lagi adalah staf PT. Temprina Media Grai ka, Luqman Hakim, yang tengah menyelesaikan S2-nya di IAIN Sunan Ampel.

Tesisnya bertopik “Korelasi Pendidikan Spiritual dan Kepemimpinan Islam dengan Etos Kerja Karyawan PT. Temprina Media Grai ka, Jawa Pos Grup” . Saat dirilis kali pertama, buku terse- but tak hanya “dianugerahi” kata pen- gantar Dahlan Iskan, Menteri BUMN. Tetapi, juga mendapatkan testimoni dari sang guru Misbahul Huda tersebut. Menurut Dahlan, buku Misbahul Huda terbaru itu, sebagaimana bukunya yang lalu, banyak membahas pengalaman kepemimpinan, sehingga menarik dibaca.

“Leadership begitu menentukan, sehingga seorang presiden pun menggunakannya dalam mengatasi masalah PLN yang begitu pelik,” kata mantan Dirut PLN itu. Sementara itu, Direktur Utama Balai Pustaka, Zaim Uchrowi, menilai latar spiritualitas menjadi faktor utama kesuksesan Misbahul Huda. Tauhid bagi- nya bukan semata mengesakan Tuhan dalam arti normatif, tapi juga berarti tidak mendua. Dalam pekerjaan, itu diterjemahkan sebagai fokus. Buku DLTB bukanlah buku teori kepemimpinan.

Buku itu adalah tulisan tentang best practices kepemimpinan yang telah dijalani Misbahul Huda. “Dapat dikatakan, ini adalah penulisan walk the talk Misbahul Huda,” kata Zaim. Testimoni Ahmad Arqom, Direktur Lembaga Manajemen Terapan Trustco Surabaya, mencari orang yang mempunyai otoritas berbicara, menulis, dan membagikan tema-tema tentang kepemimpinan, tidaklah mudah. Dibutuhkan orang dengan latar belakang akademis, pengalaman empiris panjang, kearifan pemahaman kepemimpinan yang luas, kokoh dan berkualitas, serta hasil nyata dari praktik kepemimpinan yang dimiliki.

Loading...

Misbahul Huda adalah orang yang tepat untuk itu. “Buku dari Langit Turun ke Bumi adalah jawaban pencarian saya selama ini, menjadi mualaf businessman, dengan kepemimpinan berbasis spiritual,” timpal Johan Yan, Founder and Commissioner PT. Total Quality Indonesia. Bagaimana tanggapan penulis lain yang berprofesi sebagai diplomat? Membaca buku ini membawa kita pada sebuah pencerahan baru tentang tipe kepemimpinan yang heroik. Misbahul Huda memang tipe pemimpin yang bisa memberikan inspirator, motivator, sekaligus teman bagi anak buah yang dipimpin.

“Banyak hal-hal yang beyond imagination yang akan kita temukan saat Anda membaca buku ini,” cetus M. . Aji Surya, diplomat dan penulis buku. Itulah komentar yang dilontarkan beberapa tokoh terhadap buku DLTB karya Misbahul Huda. Mantan rektor Universitas Al-Falah, Surabaya, selama dua periode tersebut memang dikenal multitalenta. Kemampuan komunikasinya tak hanya dibuktikan melalui tulisan dalam buku, tapi juga ceramah dengan ulasan unik.

Direktur Utama Temprina Media Grai ka dan PT. Adiprima Suraprinta (percetakan dan pabrik kertas Jawa Pos Grup) itu biasa menyisipkan renungan introspeksi dan kisah spiritual. Saat berdakwah, putra almarhum KH. Drs. Muslich asal Takeran, Magetan, itu menyampaikan renungan gaya orang teknis. Jangan heran bila sangat cair, karena berangkat dari pengalaman empiris. Itulah yang membedakan dia dan pendakwah lain yang cenderung normatif. Gaya mengalir itu juga terbaca dalam setiap tulisannya.

Dalam acara siang ini, Misbahul Huda akan membedah bukunya secara gamblang. Beberapa jurus manajemen dan leadership akan diulas. Salah satunya jurus “set set wet” , yang membuktikan bahwa keputusan sering harus diambil secara cepat tapi harus tetap tepat. Peserta seminar bisnis bertema “Memacu Pembangunan Daerah dengan Mencetak Generasi Entrepreneur” akan mendapatkan banyak pencerahan dari alumnus cum laude jurusan teknik elektro Universitas Gajah Mada itu mulai pukul 13.00.

Tak kalah menarik, Bupati Abdullah Azwar Anas akan memaparkan terkait usaha memacu pembangunan dengan mendorong tumbuhnya entrepreneurentrepreneur baru di Kabupaten Banyuwangi. CEO RS Al-Huda Gambiran, dr. Hj. Faida, MMars, juga bakal menularkan pengalamannya membesarkan dua RS sekaligus dalam tempo bersamaan. Acara yang digelar Radar Banyuwangi bersama PT. Temprina Media Grafika, JP Books, Pemkab Banyuwangi, dan RS Al-Huda, tersebut dipastikan akan menyalurkan banyak ilmu kepada peserta.

Nah, ikutilah seminar menarik ini! Pendaftaran peserta masih dilayani di lokasi acara hingga siang ini. Peserta yang menunjukkan tiket masuk, akan mendapat buku DLTB, koran, sertii kat atas nama peserta, snack, makan siang prasmanan, dan door prize. Di sela-sela acara akan ditandatangani MoU kerja sama antara Radar Banyuwangi dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Di akhir acara akan diresmikan Kedai Buku Sehat di lantai I gedung baru RS Al-Huda. (radar)

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]