Sukses BTDI, Prestasi Besar Rakyat Banyuwangi

0
327
RELA KEHUJANAN: Meski diguyur hujan deras, masyarakat tetap antusias menyaksikan peserta Tour de Ijen yang melintas di wilayah Pesanggaran Sabtu lalu (8/12).
RELA KEHUJANAN: Meski diguyur hujan deras, masyarakat tetap antusias menyaksikan
peserta Tour de Ijen yang melintas di wilayah Pesanggaran Sabtu lalu (8/12).

BANYUWANGI – Jika masyarakat Sumatera Barat bangga dengan event Tour de Singkarak (TDS), rakyat Banyuwangi pun patut berbangga dengan event Banyuwangi Tour de Ijen (BTDI). Meski dengan anggaran jauh lebih kecil, namun penyelenggaraan BTDI berhasil mengikuti sukses yang dicapai TDS. Pelaksanaan BTD 2012 hanya mendapat suplai anggaran dari APBD sebesar Rp 2 miliar saja. Dengan anggaran itu, Pemkab Banyuwangi sukses menyelenggarakan lomba balap sepeda sekelas dengan TDS dengan tiga etape yang cukup menantang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Jika BTD hanya mendapat suplai anggaran APBD Rp 2 miliar, beda dengan event TDS yang di laksanakan pada 4 hingga 10 Juni 2012 lalu. Dari APBN saja, event itu mendapat suplai pundi-pundi sebesar Rp 14 miliar. Anggaran sebesar itu, belum anggaran yang berasal dari pihak sponsor dari pemerintah daerah. Untuk anggaran konsultan saja, panitia TDS menghabiskan dana sekitar Rp 4 miliar. Sedangkan anggaran konsultan BTDI kurang dari Rp 1 miliar. Hasil pelaksanaan dua event olahraga internasional itu, tidak beda jauh. Penilaian itu disampaikan pihak UCI yang terlibat langsung dalam pelaksanaan dua even itu.

Banyuwangi berhasil mendapatkan penilaian 85 dari UCI yang mengawal pelaksanaan BTDI. Keberhasilan pelaksanaan BTDI ini, membuktikan  bahwa rakyat Banyuwangi mampu dan sukses menyelenggarakan event balap sepeda tingkat internasional. Penghelatan balap sepeda itu berhasil menyedot perhatian ribuan masyarakat bumi Blambangan. Sejak stage pertama di buka, Jum’at (7/12) sambutan masyarakat sepanjang rute Banyuwangi hingga finish Pulau Merah sangat luar biasa. Mereka rela menunda kesibukan masing-masing hanya untuk menyaksikan momen yang baru kali pertama digeber itu.

Loading...

Sambil membawa kerabat, anak istri dan bekal masyarakat Banyuwngi merapat di pinggir jalan yang akan dilalui para rider internasional. Bukan itu saja, kalangan guru dan murid sangat bersemangat menyambut BTDI ini. Mereka sama-sama turun ke jalan untuk mensuport acara BTDI. Anak-anak dari tingkat SD hingga SLTA ini rela berdiri di sepanjang rute yang akan dilalui balapan sambil membawa bendera bermacam-macam negara sesuai asal rider. Anak-anak SD yang polos itu dengan tiada lelah menanti para rider yang akan melintas, meski harus berdiri berjam-jam di pinggir jalan.

Sesekali anak-anak ini bercanda bersama temannya di pinggir jalan untuk menghilangkan rasa penat dan bosan. Aparat keamanan mulai, jajaran kepolisian, TNI, Satpol PP, Babinkamtibnas, Babinsa dan para sukarelawan keamanan juga berperan besar dalam suksesnya acara BTDI. Selama berlangsungnya event BTDI, mereka siaga penuh di pos-pos dan pertigaan yang menjadi persimpangan lalu lintas peserta BTDI. Dengan berbagai atribut masing-masing korpsnya satuan pengamanan, berpartisipasi langsung dalam pengamanan pelaksanaan BTDI.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2