Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Tahu Naik 25 Persen, Tempe 12,5 Persen

tahuBANYUWANGI – Kelangkaan tahu dan tempe di pasaran berakhir. Namun demikian, konsumen harus siap-siap mengeluarkan anggaran lebih besar jika ingin membawa pu lang dua komoditas tersebut. Pa salnya, harga tahu dan tempe di pa saran kini meningkat antara 12,5 per sen hingga 25 persen dibanding sebelumnya. Sebagaimana diketahui, beberapa hari lalu, para pengusaha tahu dan tempe yang tergabung da lam Asosiasi Pengusaha Tahu dan Tempe (APTT) Banyuwangi mo gok produksi.

Mereka berhenti se mentara membuat tahutempe me nyusul kenaikan harga kedelai. Se telah dua hari tidak berproduksi, 80 pengusaha tahu dan 15 pengusaha tempe anggota APPT tersebut memu tuskan kembali berproduksi kemarin (2/9). Demi menghindari kerugian, para anggota APPT itu sepakat me naikkan harga jual tahu dan tem pe. Nah, keputusan itu yang mem buat harga tahu dan tempe meningkat tajam.

Harga tahu ukuran besar yang biasa dijual se harga Rp 400 per biji, kini naik men jadi Rp 500 per biji (naik 25 per sen). Harga tempe meningkat dari Rp 8 ribu per batang menjadi Rp 9 ribu per batang (naik 12,5 persen). Menurut Khotim, 46, seorang pe – dagang di Pa sar Banyuwangi, peningkatan har ga itu berimbas pada tingkat pembelian konsumenDikatakan, pada kondisi normal, dirinya mampu menjual 150 batang tempe per hari. Setelah harga naik, penjualan yang berhasil dia raih maksimal hanya 75 batang sehari.

“Demikian halnya dengan penjualan tahu. Biasanya per hari saya mampu menjual sepuluh timba. Setelah harga naik, penjualan yang saya raih paling banter enam timba per hari,” katanya kemarin (2/9). Lantaran tingkat penjualan turun cukup signifi kan, Khotim mengaku keuntungan yang dia peroleh juga turun. Karena itu, dia berharap harga kedelai turun. “Kalau harga kedelai turun, harga tahu dan tempe juga akan turun, sehingga pembelian konsumen kembali normal, tidak sepi seperti saat ini,” harapnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE