Tahun Depan Usung Tema Sritanjung-Sidopekso

0
1140

BANYUWANGl-Pagelaran Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) dengan tema The Usingnese Royal Wedding sabtu kemarin (17/10) belangsung sukses. Suguhan busana pengantin asli Banyuwangi manrpu membuat seluruh penonton terpukau.

Antusias penonton juga cenderung meninglcat dari tahun ke tahun, baik penonton dalam negeri maupun luar negeri. Suksesnya perhelatan BEC dari tahun ke tahun ini membuat panitia berniat akan terus menggelar BEC di setiap tahunnya.

Nah, untuk tahun depan, masyarakat dipastikan tetap akan menyaksikan BEC yang ke-6.  Tema yang diusung dalam BEC tahun depan telah ditentukan oleh pihak panitia, yakni mengusung tema The legend of Sritanjung-Sidopekso.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, M Yanuarta Bramuda mengatakan, tema tersebut diambil dari cerita rakyat (legenda) akan lahirnya nama Banyuwangi ini yang menjadi nama kota di ujung timur Pulau Jawa ini.

Dalam legenda tersebut, Sidopekso dan Sritanjung adalah tokoh utama dalam sebuah legenda lahirnya nama nama Banyuwangi tersebut. Bram sedikit menceritakan tentang legenda Sidopekso dan Sritanjung ini sehingga lahirlah nama Banyuwangi.

Dalam legenda tersebut, Sidopekso dan Sritanjung adalah tokoh utama dalam sebuah legenda lahirnya nama kota Banyuwangi tersebut. Bram sedikit menceritakan tentang legenda Sidopekso dan Sritanjung ini sehingga lahirlah nama Banyuwangi.

Dijelaskan dalam cerita rakyat tersebut, pada suatu ketika Sidopekso menjalankan tugas dari kerajaan, dirinya mendapat hasutan dari berbagai pihak bahwa istrinya yakni Sritanjung selingkuh dengan pria lain. Mendengar itu, Sidopekso pun meninggalkan tugas kerajaan dan memilih pulang ke istrinya untuk memastikan kabar tersebut.

Sesampai di kediaman Sritanjurig, Sidopekso langsung menuduh istrinya tersebut bahwa dia telah melakukan perselingkuhan. Namun, Sritanjung tetap merasa tidak melakukan perselingkuhan dengan siapa pun.

Sritanjung pun menantang Sidopekso untuk menghunuskan keris kepadanya di atas sebuah air. Jika setelah ditusuk, air yang ada di bawah Sritanjung tersebut berbau tidak sedap berarti Sritanjung memang benar-benar telah melakukan.

Akan tetapi, jika setelah proses penusukan keris kepada Sritanjung air yang ada di bawahnya berbau wangi, maka Sritanjung benar-benar tidak pernah melakukan perselingkuhan. Ternyata, setelah Sidopekso menusukkan kerisnya ke bagian tubuh Sritanjurig, air yang ada di bawahnya malah berbau wangi.

Berarti Sritanjung tidak pernah melakukan perselingkuhan seperti yang dituduhkan Sidopekso kepada Sritanjung. Dari cerita rakyat itulah, maka nama Banyuwangi sampai saat ini digunakan sebagai nama kota yang ada di ujung timur Pulau Jawa ini.

Bram menambahkan, untuk perhelatan BEC 2016 sudah pasti akan tetap dilaksanakan. Namun, mengenai tanggal dan bulannya masih belum ditentukan oleh pihaknya sampai saat ini. Sebab, penentuan bulan dan tanggal perhelatan BEC 2016 memang harus dibicarakan lebih lanjut dengan berbagai pihak.

“Penentuan tanggal dan bulan ini penting. Ini juga berkaitan dengan strategi pemasaran kita. Jadi sampai sekarang masih belum ditentukan kapannya BEC 2016 digelar,” tambahnya.  Adanya beberapa event di Banyuwangi termasuk event BEC ini memang dirasa telah mendongkrak jumlah wisatawan yang masuk ke Banyuwangi.

Hal ini bisa dilihat dari selalu penuhnya hunian hotel yang ada di Banyuwangi jika saat weekend tiba, karena kebanyakan event-event yang di gelar Pemerintah Kabupaen (Pemkab) Banyuwangi banyak yang dilaksanakan saat weekend tiba.

Bram mencontohkan, selain hunian hotel yang meningkat. Jumlah pengunjung tempat wisata alam Gunung Ijen saja pada dua bulan terakhir ini sudah mencapai 19 ribu wisatawan. Padahal dibandingkan tahun lalu, tepatnya sejak Januari-Desember 2014 lalu, jumlah pengunjung ke kawah Gunung Ijen hanya mencapai 17- 18 ribu pengunjung saja.

“Ini artinya meski belum genap satu tahun lalu jumlah wisatawan yang ke Banyuwangi meningkat sekitar seribu orang. Strategi paduan gelaran event dan pesona alam Banyuwangi yang kami suguhkan memang benar-benar berhasil memikat wisatawan,” pungkasnya. (radar)