BEC Jadi Konsumsi Dunia

0
1122

bec-jadi-konsumsi-dunia


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Gawe akbar Banyuwangi  Ethno Carnival (BEC) edisi VI berlangsung meriah di Jalan Veteran sisi utara Taman  Blambangan kemarin (13/11). Meski urung  dihadiri Menteri Pariwisata Arief Yahya, parade kostum bertema The Legend of  Sritanjung Sidopekso ini, mampu membuat  ribuan mata penonton terpuaskan.

Sebelum acara dimulai, penonton terlebih dahulu dihibur tari pembuka yaitu deretan gandrung yang membawa kipas berwarna putih. Tak cukup sampai di situ, para penari  gandrung ini ikut menjadi bagian dari fragmen kisah legenda asal muasal nama  Banyuwangi.

Ketika muncul adegan Sritanjung dan  Sidopekso berdialog, para penari mengerumuni kedua tokoh. Mereka seolah ikut merefleksikan emosi dari keduanya.  Bahkan sampai akhirnya Sritanjung memilih  untuk menceburkan diri ke dalam sungai,  para penari gandrung membuat semacam defile dari kipas-kipas membentuk sungai  dan gerakan untuk mengerumuni Putri  Sritanjung.

“Isun getun Sritanjung, Banyune Wangai,” begitulah kira-kira dialog dari patih Sidopekso sebelum menutup fragmen cerita opening. Selanjutnya giliran Putri Pariwisata 2015, Dinka Faradiba tampil sebagai pembuka. Usai opening defile, para talent BEC yang  menampilkan keunikan legenda Sritanjung  Sidopekso dalam bentuk kostum.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last