Asal-usul Nama Banyuwangi

0
601

panggingKONON, dahulu wilayah ujung timur Pulau Jawa yang alamnya begitu indah ini dipimpin seorang raja bernama Prabu Sulahkromo. Dalam menjalankan pemerintahan, dia dibantu patih yang gagah berani, arif, dan tampan, yakni Sidopekso. Patih Sidopekso memiliki istri berparas elok dan halus bahasanya, yakni Sri Tanjung.Keelokan wajah dan budi bahasa nan lembut membuat raja tergila-gila kepada istri sang patih.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sang raja melakukan segala cara agar menggapai hasrat memiliki Sri Tanjung. Maka muncullah akal liciknya. Dia memerintah Patih Sidopekso menjalankan tugas yang tidak mungkin bisa dicapai manusia. Dengan tegas dan gagah berani serta tanpa curiga, sang patih berangkat menjalankan titah Prabu Sulahkromo. Sepeninggal Patih Sidopekso, Prabu Sulahkromo berusaha merayu Sri Tanjung. Namun, bujuk rayu sang raja tidak membuahkan hasil.  

Sri Tanjung teguh pada pendiriannya. Dia tetap setia kepada sang suami. Gara-gara cintanya ditolak, sang raja berang. Ketika Patih Sidopekso kembali setelah menjalankan tugas, ia langsung menghadap sang raja. Akal busuk raja muncul, Prabu Sulahkromo memfitnah Sri Tanjung. Dia menyampaikan bahwa saat Sang Patih menjalankan titah meninggalkan istana, Sri Tanjung mendatangi dan merayu serta bertindak serong dengan sang raja.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

Baca :
Baritan Takir Sewu, Tradisi Petani Banyuwangi Minta Hujan