Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia
Hukum  

Tak Bisa Kembalikan Uang Arisan, Tukang Sayur di Banyuwangi Ngaku Dibegal

Daftarkan email Anda untuk Berlangganan berita dikirim langsung ke mailbox Anda
Foto: Detikcom

BANYUWANGI – Seorang tukang sayur bernama Nasiah warga Kelurahan Banjarsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, harus meringkuk di kantor polisi, setelah membuat laporan palsu. Wanita berusia 54 tahun ini mengaku menjadi korban begal di wilayah Kecamatan Giri, saat dirinya akan berangkat menjajakan dagangannya.

Dilansir dari Detikcom, Nasiah mengaku dibegal pada hari Minggu 3 Mei 2020. Dirinya mengaku 4 orang begal telah merampas uang arisan sebesar Rp 13 juta, yang akan disetorkan kepada anggotanya.

Namun ironisnya, setelah dilakukan pemeriksaan, justru polisi akhirnya menetapkan pelapor sebagai tersangka laporan palsu.

“Benar pelapor sudah kita tetapkan sebagai tersangka pelaporan palsu,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin kepada detikcom, Selasa (5/4/2020).

Kapolresta mengatakan, dalam pemeriksaan pelapor berbelit-belit dalam memberikan keterangan. Selain itu, kecurigaan polisi muncul setelah pelapor merupakan koordinator arisan.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan pelapor mengaku jika laporan itu dibuat agar anggota arisan tak menagih uang arisan,” jelas Kapolresta.

“Rencananya uang itu untuk dibelanjakan bahan pokok yang dibagikan ke anggota,” tambahnya.

Pelapor yang kini menjadi tersangka itu mengaku uang arisan itu digunakan untuk keperluan sehari-hari. Nah, karena tak bisa menepati janji untuk membagikan sebelum lebaran, tersangka membuat laporan palsu menjadi korban pembegalan.

“Uangnya arisan sudah digunakan untuk keperluan lain. Dan yang bersangkutan mengambil uang suaminya juga untuk mengganti arisan,” jelasnya.

Sebelumnya, seorang pedagang sayur keliling asal Banyuwangi mengaku dibegal kawanan orang tak dikenal. Sebelum merampas uang Rp 13 juta, wanita 54 tahun ini mengaku sempat ditodong dengan sebilah pisau.

Pembegalan ini terjadi di Jalan Letkol Istiqlah, masuk wilayah Kelurahan Penataban, tepatnya di sekitar STIKES Banyuwangi.

Pengakuan tersangka, kejadian bermula saat Nasiah pergi ke pasar. Kala itu, langit masih gelap di jam mendekati Subuh. Sebanyak 2 orang membuntuti korban. Sementara 2 orang lain mengendarai trail menyegat dan menghunuskan pisau di lehernya.

Karena takut, korban akhirnya menyerahkan tas berisi uang Rp 13 juta. Selanjutnya, korban melaporkan hal tersebut ke aparat kepolisian setempat.