Tak Pernah Sepi, Warga Jember-Bondowoso Berdatangan

0
1599
MENGAIS REZEKI: Sejumlah pedagang menjajakan dagangan di Pos Pengamatan Gunung Raung Di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin.
MENGAIS REZEKI: Sejumlah pedagang menjajakan dagangan di Pos Pengamatan Gunung Raung Di Dusun Mangaran, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, kemarin.

Sejak 22 Oktober 2012 hingga kemarin status Gunung Raung masih siaga level III. Meski berstatus siaga, tak sedikit warga yang takut Gunung Raung meletus. Saking takutnya, sebagian warga ada yang telanjur menjual hewan piaraannya.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

POS Pengamatan Gunung Raung yang hanya berjarak 14 kilometer dari puncak gunung seolah-olah berubah menjadi pasar. Selain itu, pos yang berlokasi di Dusun Mangaran tersebut juga mendadak berubah menjadi tempat wisata baru.

Loading...

Di lokasi itu, banyak warga yang menjajakan dagangan, seperti bakso, makanan ringan, buah-buahan, dan berbagai minuman, misalnya kopi hangat. Para pedagang tersebut beraktivitas sejak siang hingga malam. Melihat banyaknya pengunjung, warga setempat rutin berjaga.

Meski begitu, mereka tidak mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mereka tidak menarik biaya parkir sama sekali alias gratis. Padahal, jika ditarik, pengunjung tampaknya hanya sedikit yang bakal menolak. Ya, memang pos pengamatan tersebut selalu ramai. Para pengunjung datang silih berganti. Sepanjang hari, baik siang maupun malam, nyaris tidak pernah sepi.

Di malam hari pos tersebut ditutup. Warga hanya bisa melihat catatan gempa tremor yang terekam di seismograf dari luar ruangan. Di berbagai kesempatan, misalnya di pasar, arisan, pengajian, dan poskamling, warga mengobrolkan aktivitas gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (dpl) itu.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2