Taksi Online Dilarang Pakai Kendaraan Luar Daerah

0
613
Ilustrasi

BANYUWANGI – Ruang gerak taksi online tampaknya akan semakin sempit setelah keluarnya Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) RI Nomor PM 108/2017. Selain ditetapkan tarif batas atas dan bawah, pemerintah juga melarang kendaraan taksi online menggunakan kendaraan dengan pelat nomor luar daerah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Ketentuan baru itu diperoleh Komisi Perekonomian (Komisi II) DPRD Banyuwangi setelah melakukan konsultasi dengan Kementerian Perhubungan RI Di Jakarta. ”Per 1 November diberlakukan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor PM 108/2017,” ujar Ketua Komisi Perekonomian DPRD Handoko kemarin (14/11).

Nopol luar Kabupaten Banyuwangi akan dilarang untuk taksi online

Handoko mengatakan, melalui Permenhub tersebut, pemerintah hadir di antara taksi konvensional maupun taksi online. Agar taksi konvensional tidak habis tergerus, ada syarat-syarat yang mutlak dipenuhi taksi online. Termasuk aturan tentang batas atas dan batas bawah tarif taksi online.

Loading...

Soal tarif, kata Handoko, pemerintah menetapkan batas bawah tarif taksi online sebesar Rp 3.500 per kilometer (km) dan batas atas Rp 6.500 per km. Selain itu, ada pula batasan wilayah operasi dan ketentuan kuota maksimal taksi online di suatu daerah.

”Ada pula ketentuan domisili kendaraan bermotor untuk taksi online. Tidak boleh lagi pakai kendaraan dengan pelat nomor luar daerah. Ini untuk membatasi kendaraan dari luar daerah masuk Banyuwangi maupun sebaliknya,” kata Handoko.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Keren, Inovasi “Teropong Jiwa” Banyuwangi Raih Top 25 Kovablik Provinsi Jatim 2019