Takut Disergap Lembo, Pilih Tidur di Dapur

0
1287

Kakek tiga cucu yang dombanya  sempat diserang itu akhirnya  memilih memindahkan 18 domba miliknya ke dekat rumah. Awalnya domba miliknya ditaruh  di kandang. Tetapi, karena  khawatir akan diserang lagi, dia memilih mengumbar hewan  peliharaannya tersebut di tanah  kosong tak jauh dari rumahnya.

Sama dengan yang dilakukan Uliana, 18 domba milik Jurin itu dicat warna merah supaya mengelabui makhluk yang akan menyerang.  “Saya ronda sampai pukul setengah  empat pagi. Saya takut dombanya diserang lagi. Saya yakin ini diserang  lembo. Bukan hewan liar. Soalnya  kandang saya itu kuat tapi bisa  dijebol,” jelas Jurin.

Sehari sebelumnya, pria yang pernah menjadi pedagang kuda itu mengaku didatangi petugas Dinas Peternakan. Dia menjelas  kan kronologi yang terjadi  apa adanya kepada petugas. “Namanya Pak Joko kalau tidak  salah. Tapi kalau benar itu lembo,  biasanya 40 hari baru selesai  serangannya,” terang Jurin.

Jurin menambahkan, enam ekor domba milik keponakannya yang tinggal di Dusun Tegalwero, Desa Blimbingsari, Kecamatan Rogojampi, juga mengalami nasib  serupa. “Keponakan saya namanya Tarmidi. Sehari setelah domba saya digigit, enam domba punya  dia juga digigit. Semua sama, lehernya berlubang,” kisahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Singotrunan, Gatot, yang pernah mengamati  kasus terbunuhnya dombadomba  itu mengatakan, ke mungkinan besar anjing liar yang  menyebabkan domba milik warga  Sumberejo itu mati.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | ... | 2 |3 | 4 | Next → | Last