Tanam Seribu Bakau saat Liburan

0
381
PENGHIJAUAN: Siswa dan guru SMPN 2 Tegaldlimo menanam tanaman bakau di Blok Bedul, kawasan Taman Nasional Alas Purwo.
PENGHIJAUAN: Siswa dan guru SMPN 2 Tegaldlimo menanam tanaman bakau di Blok Bedul, kawasan Taman Nasional Alas Purwo.
PENGHIJAUAN: Siswa dan guru SMPN 2 Tegaldlimo menanam tanaman bakau di Blok Bedul, kawasan Taman Nasional Alas Purwo.

PURWOHARJO – Sebanyak 85 siswa, Pramuka, dan guru SMPN 2 Tegaldlimo mengisi liburan semester dengan kegiatan positif. Mereka melaksanakan penanaman seribu bibit mangrove di kawasan Blok Bedul, Taman Nasional Alas Purwo. Selain untuk melepas penat setelah ujian semester, kegiatan penghijauan tersebut juga mendidik siswa dalam melestarikan alam untuk menyelamatkan bumi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Ketua pelaksana penghijauan, Sumarji mengatakan, kegiatan penghijauan itu memang didesign untuk dua tujuan. Tujuan pertama adalah rekreasi ke tempat wisata alam. Yang kedua, kegiatan itu bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya melestarikan alam. “Dengan ikut menanam benih mangrove secara langsung siswa akan mengerti betul manfaat alam bagi manusia,” ujarnya.

Kegiatan penghijauan itu diawali dari dermaga penyeberangan Bedul. Dengan menggunakan empat perahu, mereka menempuh perjalan sekitar empat kilometer ke arah pantai Grajagan menuju Blok Curahmusing. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sejauh dua kilometer menyusuri tepi muara sungai ke lokasi penanaman. Penghijauan tersebut dipandu oeh petugas taman nasional di Blok Bulu.

Selama perjalanan, siswa tidak hanya menikmati indahnya tanaman mangrove dari laut. Mereka juga dapat mengamati proses perkembangbiakan yang sangat unik pada tanaman air itu. “Ujung bunga yang panjang dan keras bila terjatuh akan menancap pada permukaan tanah yang tergenangi air laut. Dengan demikian maka calon tanaman baru itu tidak akan hanyut terseret arus,” jelas Idha Setyowati, guru pelajaran IPA yang ikut mendampingi siswa dalam kegiatan itu.  (radar)