Targetkan 5000 Wira Usaha Baru

  • Bagikan
DIALOG EKSPOR:Dari kiri moderator Irwan, Bupati Anas, Budiarto, dan Soegihono.

Pemkab Dorong Pertumbuhan IKM

BANYUWANGI-Pertumbuhan usaha industri kecil menengah (IKM) terus didorong di Kabupaten Banyuwangi. Bahkan saat ini sedang dibina calon wira usaha baru dari kalangan pemuda. Pemkab menargetkan 5000 pelaku usaha baru muncul dari kalangan pemuda. Diharapkan, mereka bisa berkembang menjadi IKM, yang berorientasi ekspor.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa pelatihan wira usaha itu akan mulai dibuka di Gedung Wanita Paramitha Kencana, hari ini (13/6). Pesertanya berasal dari kalangan pemuda. Rencananya, pelatihan itu juga akan diberikan di kecamatan lain secara bergiliran. “Besok Rabu (hari ini, Red) pelatihan dimulai di Gedung Wanita,” ungkap Anas dalam seminar “Konsultasi Usaha Pengembangan Ekspor Produk IKM” di Restoran Mahkota Plengkung, Senin (11/6) lalu.

Bupati berharap, kalangan IKM bisa tumbuh dan berinovasi untuk mengembangkan usahanya. Untuk itu, Pemkab telah membantu memfasilitasi, seperti ruang pameran, kredit usaha rakyat (KUR), dan pelatihan-pelatihan. “Saya setuju usulan diadakan pelatihan khusus pengurusan ekspor agar IKM bisa memahami prosedurnya dan isi dokumennya, karena semuanya berbahasa Inggris,” kata Anas seraya meminta Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Hary Cahyo Purnomo untuk menindaklanjuti usulan IKM itu.

Kepala Disperindagtam diminta merumuskan rencana aksi. Dalam tempo 2 hingga 3 bulan ke depan harus sudah ada tindak lanjut dari masukan dan usulan kalangan IKM dalam acara tersebut. IKM juga akan dibantu promosi tidak hanya melalui pameran konvensional. Tetapi juga dengan cara melakukan upload gambar-gambar produk melalui website. “Untuk menumbuhkan pasar bagi produk IKM, saya sedang berusaha agar Banyuwangi menjadi tujuan wisata.

Bukan hanya transit. Sehingga wisatawan asing mau berbelanja banyak suvenir dan oleh-oleh,” cetus bupati. Hary langsung mengiyakan instruksi bupati itu sebagai tindak lanjut dari acara konsultasi usaha ekspor produk IKM tersebut. Diakui bahwa Banyuwangi belum memiliki bisnis center dan konsultasi usaha. Akibatnya, kalangan IKM tidak bisa berkonsultasi ketika kesulitan mengurus dokumen ekspor atau urusan bisnis lainnya. “Ke depan, kita harus menyiapkan bisnis center dan konsultasi usaha itu,” cetusnya saat presentasi kondisi dan potensi IKM di Kabupaten Banyuwangi.

Baca :
Prajurit Amerika Serikat Sempat Merasa Jijik Dan Geli Saat Latihan Bareng TNI AL, Ternyata Gara-gara Makan Ini

Menurut Hary, konsultasi usaha yang digagas Disperindagtam bersama Dis- perindag Provinsi Jatim itu merupakan langkah konkret untuk menambah wawasan ekspor bagi IKM. Dengan pengetahuan itu, sesuai harapan bupati, ke depan pengurusan ekspor tidak akan menjadi momok bagi IKM. “Dalam acara konsultasi ini, kami juga mengundang kalangan perbankan yang siap mem- bantu permodalan,” jelasnya.

Selain bupati dan kepala Disperindagtam, tiga narasumber lain juga memaparkan materi sesuai bidangnya masing-masing. Ada Budiarto, pakar ekspor dari Disperindag Jatim, yang memaparkan prosedur pengurusan ekspor. Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Banyuwang Moch. Soegihono menjelaskan prospek industri kecil dan menengah dalam rangka perdagangan luar negeri. Sedangkan Arie Karyanto dari Bank Jatim Cabang Banyuwangi membeberkan pengucuran modal melalui KUR. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: