Temukan Makam Tua Tanpa Nama

0
1659

Di Plecutan, ada makam tua yang tidak banyak diketahui orang. Yang mengetahui hanyalah orang-orang sekitar. Pun, saat ini banyak pula orang sekitar yang tidak mengetahui bahwa bangunan berbentuk balok yang mirip tempat duduk itu sebenarnya makam. Namun, bagi orang yang usianya lebih dari 50 tahun dan menetap di kawasan tersebut sejak kecil, kemungkinan besar sudah hafal makam tersebut.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Agar pembaca tidak salah paham, perlu dijelaskan bahwa rubrik ini bukan rubrik yang sekadar menyajikan kuburan. Melainkan rubrik yang mencoba menggali bukti-bukti empiris terkait jejak Islam di Bumi Blambangan. Nah, yang bisa digu-nakan sebagai data untuk mengungkap jejak tersebut, salah satunya keberadaan suatu makam.

Sebab, makam umat Islam memiliki kekhasan tersendiri dibanding umat lain. Pun jejak masuknya Islam ke Nusantara hanya ditandai dengan makam Fatimah binti Maimun di Samudera Pasai yang kini posisinya berada di tengah hutan. Belum ada artefak lain yang lebih tua yang bisa menjadi bukti masuknya Islam ke Nusantara. Oleh karena itu, menelusuri makam-makam berciri khas Islam sebagai alat dalam mengungkap jejak Islam di Bumi Blambangan bukanlah hal yang keliru.

Kembali ke makam dekat Plecutan; makam tersebut terletak di sebelah timur agak ke utara dari Situs Plecutan. Oleh masyarakat sekitar, Situs Plecutan dipercaya sebagai tempat terakhir kali Prabu Tawang Alun, Raja Macan Putih, terlihat. Setelah itu, sang prabu tidak pernah terlihat lagi. Hal itu sudah per-nah dibahas koran ini dalam beberapa edisi. Masyarakat sekitar mempercayai bahwa makam tersebut merupakan makam perempuan.

Namun demikian, tidak ada yang tahu pasti kenapa makam tersebut dianggap makam perempuan. Sebab, sejak dulu makam tersebut tidak bernisan. Kepercayaan masyarakat sekitar bahwa makam tersebut adalah makam perempuan hanya berdasar cerita turun-temurun. “Orang-orang zaman dulu menyebut itu makam seorang istri yang setia kepada suami.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last