Banyuwangi, Jurnalnews.com – Sebuah jembatan penghubung vital di lingkungan Sulingan Utara, Dusun Badolan, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, kini berada di ambang kehancuran. Kondisinya tampak jebol, rapuh, dan sangat rawan ambrol, mengancam keselamatan siapa pun yang nekat melintas.
Kekhawatiran warga memuncak. Tanpa menunggu tindakan resmi, masyarakat secara swadaya memasang tanda darurat berupa kayu dan plastik merah sebagai peringatan keras bagi pengguna jalan, terutama kendaraan bertonase berat, agar tidak melintasi jembatan yang nyaris “sekarat” tersebut.
Slamet Riyady, warga RT 03 RW 03, mengungkapkan bahwa kondisi jembatan sudah mengkhawatirkan sejak sebulan terakhir.
“Selain sudah berlubang, kayu penyangga jembatan juga banyak yang patah. Ini sangat membahayakan. Warga benar-benar takut kalau sampai ada yang jatuh atau jadi korban, makanya kami pasang tanda peringatan,” keluh Slamet dengan nada cemas.
Ironisnya, hingga kini belum ada penanganan konkret. Saat dikonfirmasi Jurnalnews melalui sambungan WhatsApp, Kepala Dusun Badolan, Zainullah, hanya merespons singkat terkait kondisi tersebut.
“Mungkin karena anggaran belum keluar. Tapi jika uang saya keluar hari Senin, in sya alloh saya perbaiki,” ujarnya singkat.
Kondisi ini memicu kegelisahan warga. Jembatan yang seharusnya menjadi sarana penghubung justru berubah menjadi ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Warga mendesak pemerintah desa dan pihak terkait agar tidak menunggu jatuhnya korban jiwa baru bertindak, serta segera melakukan perbaikan permanen sebelum jembatan itu benar-benar ambruk dan menelan tragedi. (Venus Hadi)








