Terancam Denda Rp 800 Juta

0
181
DIKAWAL PETUGAS: Pujiono usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Banyuwangi kemarin.

Bawa Sabu 0,27 gram Dituntut 4 Tahun


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Pujiono, 27, terdakwa kasus sabu-sabu (SS) asal Lingkungan Kra-jan, Kelurahan Sobo, Kecamatan Banyuwangi, terancam dihukum berat. Gara-gara bertransaksi kristal haram seberat 0,27 gram, dia dituntut hukuman empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan kurungan.

Dalam sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi kemarin (6/8), jaksa penuntut umum (JPU) Agus Taufiqurrahman SH menyebut Pujiono yang ditangkap polisi 9 Februari 2012 lalu terbukti melanggar Pasal 112 Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2009 tentang psikotropika.

Loading...

Saat membaca tuntutannya, JPU Agus menyebut bahwa saat ditangkap, di tangan Pujiono ditemukan barang bukti (BB) berupa SS seberat 0,27 gram dan satu telepon seluler (ponsel) Nokia. “Terdakwa ditangkap di wilayah Kecamatan Rogojampi dekat rel kereta api,” terang Agus Taufiqurrahman .Melihat BB dan keterangan sejumlah saksi, JPU menyebut bahwa terdakwa melanggar UU No. 23 Tahun 2009.

“Mohon majelis hakim memberi hukuman ke pada terdakwa,” ujarnya. Dalam tuntutannya tersebut, JPU meminta majelis hakim yang terdiri atas hakim ketua Wi darti SH dan hakim anggota Afrizal Hadi SH menghukum ter dakwa empat tahun penjara dan denda Rp 800 juta. “Denda Rp 800 juta atau subsider tiga bulan,” tegasnya.

Menanggapi tuntutan tersebut, penasihat hukum terdakwa, Tomy Yudianto SH, minta waktu se pekan untuk menyusun tang gapan. “Klien kami bukan pemilik atau pengedar. Dia hanya disuruh seseorang,” dalih pe ngacara yang selalu tampil nyentrikitu. Me nu r ut To my, kliennya mem bawa SS karena diminta Adrian, temannya. Sabu seberat 0,27 gram itu rencananya akan diserahkan kepada pembeli yang janjian bertemu di rel kereta api (KA) Rogojampi. “Klien kami hanya diminta mengantar,” cetusnya. (radar)

Loading...