Terapkan Pengajaran Berbasis IT

0
344
CANGGIH: Setiap ruang kelas SMPN 3 Rogojampi dilengkapi komputer dan infocus.

ROGOJAMPI–Dari sekolah berpotensial menuju Sekolah Standar Nasional (SSN), ternyata banyak yang harus disiapkan. Kesiapan itu kini tengah dilakukan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Rogojampi. Setahun ini, SMPN 3 Rogojampi telah melengkapi prasarana proses belajar-mengajar bagi siswa dan guru dengan piranti-piranti modern.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tidak sekadar laboratorium komputer, tetapi semua ruang kelas dilengkapi alat  infocus dan perangkat komputer. Bahkan, beberapa kelas sudah dilengkapi perangkat audio video. Jadi, guru memberikan materi pembelajaran tidak sekadar menulis di papan tulis atau membaca buku. Guru bisa menyuguhkan materi dari dunia maya atau internet, gambar, atau cuplikan video yang terkait mata pelajaran. Selain tidak membuat jenuh siswa, pembelajaran berbasis informasi teknologi (IT) itu juga memudahkan penyampaian materi kepada siswa.

Menurut Kepala SMPN 3 Rogojampi, drs. HM. Yusuf, MPd, sudah saatnya SMPN 3 Rogojampi mendapatkan akreditasi SSN. Selain pengajaran berbasis IT, SMPN 3 Rogojampi yang berlokasi di Jalan Ki Hajar Dewantara 18A, itu kini terus mengembangkan dan menambah kapasitas ruang belajar. Tahun lalu berhasil menambah enam ruang kelas. Tahun ini direncanakan akan menambah beberapa ruang laboratorium, terutama laboratorium komputer. “Walaupun tanahnya terbatas, namun SMPN 3 Rogojampi masih tetap bisa memperluas dan menambah ruang belajar,” terang Yusuf.

Loading...

Memang tanah SMPN 3 Rogojampi berdasarkan data yang ada hanya seluas 3.657 meter persegi. Namun dari semua luas tersebut masih ada tanah yang dipakai oleh pihak lain. Kata Yusuf, masalah kepemilikan dan penggunaan aset tanah SMPN 3 Rogojampi pernah diajukan ke pihak terkait. Namun belum menemukan titik terang. Tetapi, kendala lahan itu justru membuat pria yang tinggal di dekat patung kuda Karangente, Banyuwangi, itu berfikir kreatif untuk tetap memajukan SMPN 3 Rogojampi.

Bersama pengawas dan komite sekolah, Yusuf bahu- membahu untuk menyiapkan gedung baru. Caranya dengan menambah bangunan yang sudah ada menjadi gedung berlantai dua. Terobosan lain dari SMPN 3 Rogojampi adalah kepedulian sekolah terhadap murid yang kurang mampu. Seperti Istiqomatul Laily, yang awalnya sering terlambat datang sekolah. Saat ditanya guru, kenapa sering terlambat, dia menjawab karena harus berjalan kaki menuju sekolah, yang berjarak 5 kilomter dari rumahnya. Untuk naik angkot, Istiqoma yang tinggal bersama neneknya itu tidak memiliki biaya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2