Tercemar, Ikan masih Aman Dikonsumsi

  • Bagikan

BANYUWANGI – Sinyal waspada tampaknya layak disematkan untuk menggambarkan kondisi perairan Muncar. Betapa tidak, berdasar hasil uji laboratorium Badan Lingkungan Hidup (BLH) Jawa Timur (Jatim), kondisi air laut di kawasan penghasil ikan terbesar ke dua se-Indonesia itu sudah tercemar zat amoniakdan padatan terlarut yang melebihi baku mutu.

Meski tidak membahayakan kehidupan manusia secara langsung, jika pencemaran itu terus dibiarkan tetap akan menimbulkan dampak negatif yang sangat merugikan masyarakat. Dampak negatif tersebut adalah matinya organisme yang hidup di laut Muncar, termasuk ikan yang selama ini menjadi sumber pendapatan utama ribuan nelayan setempat. Kepala BLH Banyuwangi, Husnul Chotimah mengatakan, berdasar hasil uji laboratorium BLH Jatim diketahui komposisi ammonia total (NH3-N) di perairan Muncarmencapai 0,974 ppm.

Angka itu jauh di atas ketentuan baku mutu yang ditetapkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 51 Tahun 2004 sebesar 0,3 ppm. “Kandungan ammonia di perairan Muncar tiga kali lipat dari baku mutu,” ujarnya kemarin (11/6).Selain amoniak, komposisi  jumlah padatan terlarut (total suspended solid/TSS) diperairan juga melebihi baku mutu yang ditetapkan sebesar 80 ppm. Sampel laut Muncar tersebut diambil pada radius lima meter dari pantai pada 28 Mei 2013 lalu.(radar)

Baca :
Longsor Timbun Tiga Rumah di Banyuwangi, Satu Orang Meninggal Dunia
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: