Terjun Payung Hibur Warga

0
168

terjunBANYUWANGI – Ribuan warga Kota Kopi menyemut di sekitar lapangan Taman Blambangan sekitar pukul 08.00 kemarin (1/6). Mereka berkumpul di alun-alun kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan itu, untuk menyaksikan aksi para penerjun payung asal Tim Penanggulangan Teror (Gultor) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad) TNI AD. Aksi sebanyak 19 penerjun payung benar-benar mampu memukau warga Banyuwangi kemarin.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Terbagi dalam dua gelombang, para mereka terjun dari helikopter ME-17 pada ketinggian 6.000 kaki. Saking tingginya, para penerjun payung itu sempat tidak terlihat lantaran tertutup awan. Begitu para penerjun payung tersebut mendarat tepat di atas “landasan” yang ditandai panah warna kuning di tengah lapangan Taman Blambangan, ribuan orang yang menyemut di tepi lapangan langsung memberikan tepuk tangan. 

Sementara itu, ribuan warga Banyuwangi dan sekitarnya sempat dibuat deg-degan saat menyaksikan satu parasut melayang semakin jauh dari sasaran. Warga menduga itu terjadi karena parasut gagal mengembang.Namun belakangan diketahui, parasut yang terbang menjauhi lapangan Taman Blambangan itu sengaja dilepas oleh salah satu penerjun. Pasalnya, parasut cadangan milik penerjun tersebut juga mengambang. “Kalau kedua parasut mengembang.

Loading...

Prosedurnya parasut utama harus dilepas,” ujar Komandan Tim Penerjun, Kapten Catur Supandi. Kapten Catur menegaskan, lantaran sengaja dilepas oleh penerjun, parasut tersebut jatuh dengan kecepatan sangat pelan. “Seandainya parasut tersebut ada orangnya, pasti turunnya akan lebih cepat, karena ada beban,” jelasnya. Sementara itu, Komandan Brigif 16/Wira Yuda Kediri, Letkol Infanteri Nefra Firdaus mengatakan, aksi terjun payung kemarin dilakukan oleh 19 penerjun. 

Gelombang pertama diikuti oleh delapan penerjun, sedangkan gelombang kedua dilaksanakan oleh sebelas penerjun. Dikatakan, terjun payung kemarin dilaksanakan dalam rangkaian penutupan Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) Nusantara XXIV Tahun 2014. “Para penerjun akan kembali tampil sebelum upacara penutupan Latsitarda Nusantara XXXIV dilaksanakan besok (hari ini, Red),” ujarnya. Menurut Letkol Nefra, terjun payung tersebut juga digeber dalam rangka hiburan bagi masyarakat Banyuwangi.

“Terjun payung sekaligus dilakukan untuk menyemangati anak muda Banyuwangi agar terdorong menjadi anggota TNI,” kata dia. Nefra menambahkan, selain dilaksanakan di lapangan Taman Blambangan, aksi terjun payung serupa juga digelar di kawasan Pantai Boom, Banyuwangi. Terjun payung kali kedua ini digelar sekitar pukul 11.00 kemarin. “Hari Minggu Pantai Boom ramai. Kami ingin menghibur masyarakat yang sedang berlibur di tempat tersebut,” pungkasnya. (radar)

Loading...