Terpaksa Memotong 6 Pohon

0
323
BERKABUT: Pekerja meratakan tanah di lokasi proyek pengeprasan tanjakan menikung letter “S” di Erekerek, lereng Gunung Ijen, beberapa hari lalu.

LICIN – Perbaikan ruas jalan jurusan Banyuwangi-Bondowoso di tikungan letter “S” bukit Erek-erek yang sempat mengalami kendala lantaran melintasi lahan milik Perhutani kini mulai ada titik terang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Itu terungkap saat rombongan Komisi IV DPRD yang dipimpin langsung sang ketua komisi, Zainal Arifin Salam, mengadakan tinjau lapangan ke lokasi pembangunan jalan tersebut Senin lalu (24/9).

Menurut Arifin, saat melakukan tinjauan lapangan, pihaknya mendapati bahwa pembangunan jalan tersebut memang harus ada pengeprasan jalan sekitar 30 persen dari total ketinggian tanjakan.

Namun begitu, pembangunan tersebut mengalami kendala lantaran harus diikuti penebangan enam pohon. Pohon ter sebut tumbuh di atas lahan mi lik Perhutani. Untuk menebang enam pohon tersebut, tentu harus ada proses yang dilalui, di antaranya mengajukan izin kepada pihak Perhutani.

“Saat ini, proses itu sudah dilaksanakan. Dinas PU (Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang, Red) sudah mengajukan izin ke Perhutani. Izin tersebut lantas dikirim ke pusat,” ujar Arif n.

Menurut Arifi n, pembangunan jalan yang melalui Gunung Ijen itu bertujuan mempermudah akses masyarakat. Karena itu, Komisi IV DPRD Banyuwangi berharap, eksekutif tidak hanya melakukan pembangunan jalan sampai di bukit Erek-erek, tapi sampai ke Bondowoso.

Dengan demikian, pembangunan jalan itu akan lebih berdampak positif bagi masyarakat. “Kalauda lam PAK tahun ini belum tercover. Hendaknya dianggarkan kembali pada APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tahun 2013,” usulnya. Proyek pengeprasan tanjakan jalan berbahaya di bukit Erekerek, lereng Gunung Ijen, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi sudah mulai dilakukan sejak Sabtu (8/9) lalu.

Jalan yang dikepras tersebut berada di pada ketinggian sekitar 1.400 meter di atas permukaan laut (dpl). “Jalan di Erek-erek ini di kepras biar agak landai,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga, Cipta Karya, dan Tata Ruang Banyuwangi, Mujiono melalui Kepala Bidang (Ka bid) Bina Marga, Danang Hartanto, beberapa hari lalu (9/9).

Menurut Danang, jalan yang di kepras tersebut panjangnya sekitar 350 meter. Pengeprasan itu dilakukan untuk mengurangi kemiringan tanjakan dan ti kungan di sekitar Erek-erek, le reng Gunung Ijen.

Selain itu, pengeprasan bukit itu juga sekaligus untuk melebarkan jalan. “Pada pengeprasan ini, puncak di Erek-rek kita kurangi sekitar sepuluh meter,” jelasnya. (radar)

Loading...