Terpeleset Sedikit Saja, Nyawa Taruhannya

0
1704
Pengumpul air nira memangkas bunga kelapa di Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, kemarin (29-8).

TIDAK mengenal lelah. ltulah yang dilakukan Suradi, pencari air nita yang diambilnya dari pohon kelapa di lahan milik PT Perkebunan Nusantara XII, Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Puluhan pohon kelapa harus dia panjat setiap hari. Dengan telaten dia mengumpulkan tetes demi tetes air nira yang sangat berharga sebagai sumber kehidupan ekonomi keluarganya. Rutinitas memanjat pohon harus dilakukannya dua kali sehari. Dia memanjat setiap pagi dan sore hari.

Di pagi hari, Suradi harus mengambil air nira yang terkumpul di dalam jeriken. Sedangkan aktivitas memasang jeriken dilakukan pada sore hari. Tetesan air nira ini ditampung menggunakan wadah berupa jeriken.

Tahap ini dilakukan sebanyak dua kali dalam sehari. Pengambilan air nira (penderesan) pertama dimulai sekitar pukul 05.30 dilanjutkan pukul 15.30. Setiap hari, Suradi sanggup memanjat pohon dengan tinggi rata-rata 10 meter hingga 15 meter.

Pekerjaan pengumpul air nira tersebut sudah dilakoni sejak delapan tahun lalu. Dalam sehari, dia mampu memanjat 40 pohon kelapa. Setiap hari pula, dia mampu mengumpulkan 120 liter air nira.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Keliling Kota Banyuwangi, Satpol PP Gunakan Damkar Semprotkan Desinfektan