Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Tiga Hari Bungkam, Oknum Perangkat Desa Alasrejo Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Pelecehan Bidan

tiga-hari-bungkam,-oknum-perangkat-desa-alasrejo-akhirnya-buka-suara-soal-dugaan-pelecehan-bidan
Tiga Hari Bungkam, Oknum Perangkat Desa Alasrejo Akhirnya Buka Suara soal Dugaan Pelecehan Bidan

Banyuwangi, Jurnalnews.com – Tiga hari pasca mencuatnya dugaan pelecehan seksual yang menghebohkan jagat media sosial, seorang oknum perangkat Desa Alasrejo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, berinisial A, akhirnya angkat bicara. Terduga pelaku yang sebelumnya tak terlihat di ruang publik itu berhasil ditemui wartawan Jurnalnews di kediamannya, Kamis siang (8/1/2026), guna memberikan klarifikasi atas tuduhan yang kini viral dan menyudutkan dirinya.

Dalam keterangannya, A dengan tegas membantah tudingan pelecehan seksual terhadap seorang bidan berinisial AN, warga Dusun Kebunrejo, Desa Alasrejo. Ia mengaku pada waktu yang disebut-sebut sebagai waktu kejadian, Senin siang (5/1/2026), dirinya tidak berada di lokasi sebagaimana yang dituduhkan.

“Pada hari itu, sekitar pukul 10.00 sampai 12.00 WIB, saya bersama dua perangkat desa lainnya berada di RTH Alasrejo. Setelah itu saya bersama Bu Sumiani melanjutkan kegiatan penarikan pajak ke warga sampai sekitar pukul 14.00 WIB, lalu langsung pulang,” ujar A sambil mengingat kembali kronologi versinya.

A menegaskan bahwa tuduhan pelecehan yang dialamatkan kepadanya tidak benar. “Jadi kalau ada tuduhan itu kepada saya, saya pastikan tidak benar,” tegasnya. Meski demikian, A mengaku akan segera melakukan koordinasi dan musyawarah dengan atasannya, Kepala Desa Alasrejo, untuk menyikapi persoalan yang telah menjadi konsumsi publik tersebut.

Sementara itu, kasus ini sebelumnya ramai diperbincangkan setelah korban berinisial AN mengaku mengalami pelecehan seksual oleh seorang oknum perangkat desa di tengah jalan yang sepi. Peristiwa tersebut diduga terjadi pada Senin siang, 5 Januari 2026, sekira pukul 13.00 WIB.

AN mengungkapkan kronologi kejadian yang membuatnya trauma dan terguncang secara psikis. Saat itu, ia tengah mengendarai sepeda motor seorang diri ke arah timur. Setibanya di sekitar kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebunrejo, kondisi jalan terbilang sepi. Dari arah belakang, terduga pelaku diduga menepuk paha bagian depan korban, tindakan yang membuat AN syok dan ketakutan.

Peristiwa tersebut kemudian diceritakan AN kepada suaminya. Mendengar pengakuan sang istri, emosi suami korban pun memuncak dan berencana melaporkan dugaan pelecehan tersebut ke pihak kepolisian agar diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan menimbulkan beragam reaksi masyarakat. Warga menanti langkah tegas aparat penegak hukum untuk mengungkap kebenaran, sekaligus memastikan keadilan bagi semua pihak yang terlibat. (Venus Hadi)