Tiga Siswa Tidak Lulus

0
414

BANYUWANGI – Target lulus 100 persen bagi peserta ujian nasional (unas) SMA yang di- canangkan Pemkab Banyuwa- ngi nyaris tercapai. Tahun 2012 ini, per- sentase kelulusan peserta unas di Bumi Blambangan mencapai 99,96 persen. Sekadar diketahui, peserta unas SMA dan SMK kali ini mencapai sekitar 12.816 siswa. Dari jumlah peserta sebanyak itu, yang tidak lulus hanya tiga siswa. Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Sulihtiyono mengatakan, tahun lalu tingkat kelulusan peserta unas SMA, SMK, dan MA, di bawah angka 99,96 persen.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tahun ini, peserta unas SMA yang lulus hampir 100 persen atau kurang empat digit. “Kelulusan nyaris sempurna, hanya kurang 0,4 persen saja,” ungkap Sulihtiyono bangga. Tahun ini peserta Unas SMA program ilmu pengetahuan alam (IPA) sebanyak 3.027 siswa, program ilmu pengetahuan sosial (IPS) 2.616 siswa, dan program bahasa sebanyak 156 siswa. Peserta unas SMK mencapai 7.027 siswa. Jumlah total peserta unas tahun ini mencapai 12.816 siswa.

Loading...

Dari 12.816 siswa peserta unas, kata Sulihtiyono, yang dinyatakan tidak lulus hanya tiga orang. Peserta unas yang tidak lulus berasal dari program IPA. “Yang tidak lulus persentasenya sangat kecil. Bayangkan, dari 12 ribu siswa lebih, hanya tiga siswa yang tidak lulus,” cetusnya. Sulihtiyono menambahkan, pengumuman kelulusan unas SMA akan dilakukan hari ini (26/5). Pengumuman kelulusan itu akan disampaikan melalui beberapa alternatif.

Alternatif pertama, pengumuman akan dilakukan lewat website Dispendik Banyuwangi. Alternatif kedua, pemberitahuan kelulusan akan disampaikan dalam pelaksanaan istighotsah. Beberapa sekolah sudah menjadwalkan pelaksanaan istighotsah sebelum pengumuman kelulusan. Istighotsah diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas kelulusan yang nyaris sempurna itu. “Alternatif ketiga, informasi kelulusan disampaikan ke rumah masing-masing siswa,” tegasnya. Kepada peserta unas yang dinyatakan lulus, Sulihtiyono mengimbau agar tidak merayakan kelulusan itu secara berlebihan. Apalagi, jika sampai melanggar hukum dan norma agama. “Rayakanlah kelulusan dengan cara-cara yang positif dan bermanfaat,” tegasnya. (radar)