Berita Terkini Seputar Banyuwangi

Tiga Tahun Targetkan Punya Guru Besar

Tutut Hariyadi resmi menjabat sebagai rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi periode 2012-2016. Pria kelahiran Banyuwangi 21 April 1958 itu memiliki banyak target untuk memajukan kampusnya selama empat tahun ke depan.
-NIKLAAS ANDRIES, Banyuwangi-

KESIBUKAN  tampak jelas di kampus Untag Banyuwangi sejak Sabtu pagi (17/3). Suasana kampus terlihat ramai dengan lalu lalang manusia dan kendaraan. Tidak biasanya, kampus yang berada persis di jantung kota Banyuwangi ini tampak ramai, terutama pada saat akhir pekan. Pada hal jarum jam saat itu masih menunjukkan pukul 07.30.

Satpam terlihat bekerja keras mengatur keluar masuk kendaraan di gerbang kampus. Dia menggunakan lampu senter untuk memberikan aba-aba dan mengatur lalu lintas kendaraan yang masuk. Masuk lebih jauh ke dalam kampus, inti kesibukan di dalam kampus semakin jelas.

Ini setidaknya ditandai dengan kehadiran sejumlah ucapan selamat dalam bentuk karangan bunga. Warnanya yang beraneka ragam berisi satu kalimat yang intinya sama yakni ucapan selamat atas pelantikan Rektor Untag yang baru, Tutut Hariyadi. Karangan bunga  ini berjejer rapi di sisi gedung yang akan digunakan sebagai tempat pelantikan rektor baru.

Beruntung, satu jam sebelum pelantikan dimulai, saya mendapat kesempatan bertemu Tutut Hariyadi. Dia tidak sendiri saat ditemui di salah satu sudut ruangan Untag baru di kampus tersebut. Tampak pejabat lama rektor Untag Sugihartoyo, Ketua Perpenas Waridjan, dan beberapa dekan serta civitas akademika Untag lainnya di ruangan tersebut.

Pertemuan transit itu menjadi sarana pelepas ketegangan bagi Tutut, sebelum menuju pentas pelantikan. Dalam obrolan singkat itu, bapak tiga anak itu banyak mengutarakan rencana kerjanya ketika sudah resmi menjadi rektor Untag. Di antaranya, dia berkomitmen untuk melanjutkan capaian prestasi yang telah dicapai Untag selama kepemimpinan Sugihartoyo.

Dia menilai, dalam era rektor sebelumnya, kampus merah putih itu mengalami banyak kemajuan yang luar biasa. Tutut menilai, sosok Sugihartoyo sukses mengangkat performa Untag menjadi kampus tak hanya bonafit di Banyuwangi, tetapi juga menonjol di Jawa Timur. Ini dibuktikan dengan capaian prestasi yang ditorehkan salah satunya pencapaian sertifikasi ISO, perbaikan fasilitas pembelajaran, penghargaan sebagai perguruan tinggi swasta 20 terbaik di Jawa Timur, dan taat azas.

Capaian ini kemudian menyambung dengan peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap kampus. Indikatornya sederhana jumlah mahasiswa Untag terus mengalami peningkatan tidak hanya dari kuantitas tetapi juga kualitas. Secara kuantitas mahasiswa Untag kini meningkat pesat dari 300 mahasiswa per tahun, menjadi 700 mahasiswa setahun.

Disisi lain. tingginya animo terhadap Untag itu juga dibarengi dengan capaian kualitas mahasiswanya. Ragam prestasi mampu ditorehkan oleh mahasiswa dari berbagai fakultas yang ada di dalamnya. Tutut menilai, capaian ini perlu ditingkatkan, minimal dipertahankan.

Sebagai strategi untuk menjaga kesinambungan eksistensi Untag saat ini, Tutut sudah mempersiapkan strategi yang akan dijalankannya. Apalagi, dia juga bukan tergolong orang baru di kampus itu. Sejak 1984, alumnus Universitas Brawijaya ini sudah memulai pengabdiannya di program manajemen Fakultas Ekonomi Untag Banyuwangi.

Dalam kiprahnya, Tutut banyak mengemban amanah penting di kampus. Di antaranya pada tahun 1986 hingga 1992, dia didaulat sebagai Pembantu Dekan I di Fakultas Ekonomi. Selanjutnya pada edisi 1992 hingga 1996, Tutut dipercaya memimpin fakultas ekonomi sebagai dekan.

Di bidang lainnya, dia juga menjadi Ketua LPPM Untag mulai 1993 sampai 1996.
Karirnya semakin moncer di tahun 1996 sampai 2007, karena dia diberi amanah sebagai pembantu rektor II. Terlebih lagi, dia juga menjadi anggota dewan audit keuangan Untag pada tahun 2008 hingga 2012.

Kini, untuk periode empat tahun ke depan, Tutut mengemban amanah baru sebagai rektor Untag Banyuwangi. Berbekal pengalaman dan pengenalan sisi kampus, Tutut pun akan menitikberatkan dua hal utama untuk terus mengembangkan keberadaan kampusnya. Dua hal itu adalah peningkatan sumber daya manusia, sarana, serta prasarana.

Dalam peningkatan SDM, suami Ismartina Hariyani itu menargetkan Untag memiliki guru besar dalam tempo dua hingga tiga tahun ke depan. Di sisi lain, Tutut akan berusaha memperbanyak dosen bergelar edukatif strata tiga (S3). Tujuannya jelas, agar mutu tenaga pengajar yang meningkat. Sedangkan untuk sarana prasarana, pria asal Kecamatan Genteng itu akan menitikberatkan pada keberadaan sumber belajar dan bahan belajar yang memadai bagi mahasiswa.

Untuk jalinan kerja sama dengan pihak ketiga, Tutut tetap akan menjalin kemitraan dengan semua pihak. Termasuk di antaranya dengan Pemkab Banyuwangi. Ini menjadi penting sebagai perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi, terutama dalam hal pengabdian terhadap masyarakat. Di sisi ini, dia juga tengah berkonsentrasi untuk meneruskan desa binaan yang
menjadi program kampusnya. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE