TKD Wringinagung Terancam Melayang

0
427

GAMBIRAN – Sengketa tanah eks Gedung Nasional Indonesia (GNI) yang merupakan tanah kas Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran, rupanya terus berlanjut. Sengketa yang berlangsung sejak Agustus 2010 yang lalu, itu masih belum tuntas hingga kini.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Perkembangan terbaru menyebutkan, di tingkat Pengadilan Tinggi (PT) Surabaya, pihak tergugat, yakni Pemerintah Desa (Pemdes) Wringinagung, Kantor C Camat Gambiran, Pemkab, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi, dinyatakan kalah.

Gugatan itu dilayangkan oleh Sri Rejeki, warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Sri dan Pemdes Wringinagung sama-sama mengklaim sebagai pemilik sah atas tanah seluas 1.200 meter persegi tersebut. Pertengahan tahun 2011 yang lalu, PN Banyuwangi mengabulkan gugatan Sri Rejeki karena dia berhasil membuktikan bahwa dialah pemilik sah tanah yang berlokasi di sekitar pertokoan Desa Jajag tersebut.

Di tingkat banding, pihak tergugat juga dinyatakan kalah. Keputusan dari PT Surabaya tertanggal 18 April 2012 Nomor 03/PDT/2012/PT SBY, itu berarti menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, yang juga memenangkan pihak Sri Rejeki selaku penggugat dalam perkara tersebut.

Kekalahan dalam sengketa itu disayangkan oleh Kepala Desa (Kades) Wringinagung, Syamsul Hidayat. Pasalnya, dia merasa Pemdes Wringinaung berjuang sendirian untuk memenangkan kasus tersebut. Tanpa ada bantuan dari Pemkab Banyuwangi.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last