sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Hingga awal 2026, pengerjaan tol yang menjadi bagian dari mega proyek Tol Trans Jawa itu telah mencapai wilayah Besuki, Kabupaten Situbondo.
Ruas Paiton–Besuki yang merupakan seksi 3 Tol Prosiwangi kini telah rampung 100 persen.
Jalan tol ini membentang sepanjang sekitar 25 kilometer, menghubungkan wilayah perbatasan Kabupaten Probolinggo dengan Situbondo.
Penyelesaian seksi ini menjadi tonggak penting dalam upaya menyambungkan jalur Tol Trans Jawa hingga ke ujung timur Pulau Jawa, yakni Banyuwangi.
Membelah Perbukitan Pantura Selatan
Berbeda dengan ruas tol di kawasan dataran rendah, tol Prosiwangi seksi 3 dibangun melintasi kawasan perbukitan.
Tak hanya perbukitan di wilayah Paiton, Kabupaten Probolinggo, jalur tol ini juga membelah kontur berbukit di Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Secara geografis, posisi tol berada di sisi selatan jalur Pantai Utara (Pantura).
Jalur ini dirancang berada di atas kawasan perbukitan untuk meminimalkan persinggungan langsung dengan permukiman padat penduduk, sekaligus menyesuaikan kontur alam wilayah tapal kuda.
Keberadaan tol di kawasan ini juga diharapkan mampu memperlancar arus logistik dan mobilitas kendaraan jarak jauh yang selama ini bergantung pada jalur Pantura yang kerap padat.
Sempat Dibuka Fungsional saat Nataru
Meski belum beroperasi penuh, ruas tol Paiton–Besuki sudah sempat dibuka secara fungsional pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pembukaan fungsional tersebut dimanfaatkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Situbondo–Probolinggo.
Saat ini, pekerjaan yang tersisa di seksi 3 hanya berupa perbaikan minor dan penyempurnaan fasilitas penunjang, seperti rambu lalu lintas, marka jalan, serta sistem keselamatan.
Berdasarkan rencana, jalan tol Paiton–Besuki akan mulai dioperasikan secara penuh pada Februari 2026.
Page 2
Setelah rampungnya seksi 3, pembangunan Tol Prosiwangi akan berlanjut ke tahap berikutnya, yakni ruas Besuki–Situbondo Kota.
Data dari PT Jasamarga menyebutkan, panjang tol yang direncanakan untuk ruas Besuki–Situbondo mencapai sekitar 42 kilometer.
Dilansir dari Radar Bromo, proyek tersebut akan mulai dikerjakan setelah ruas Paiton–Besuki resmi beroperasi dan digunakan secara optimal oleh masyarakat.
Ruas Besuki–Situbondo Kota nantinya akan menjadi penghubung strategis yang mempercepat akses dari wilayah barat Situbondo menuju pusat kota, sekaligus mendukung konektivitas menuju Banyuwangi.
Keberadaan Tol Prosiwangi diyakini membawa dampak besar bagi wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Selain mempercepat waktu tempuh, tol ini juga diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor pariwisata, serta distribusi logistik dari dan menuju Banyuwangi sebagai gerbang Jawa–Bali.
Dengan selesainya seksi Pait
on–Besuki, Situbondo kini selangkah lebih dekat menjadi bagian utuh dari jaringan Tol Trans Jawa. Pemerintah dan pengelola tol pun optimistis proyek ini akan menjadi motor penggerak baru bagi perekonomian kawasan timur Jawa Timur. (*)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Proyek pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Hingga awal 2026, pengerjaan tol yang menjadi bagian dari mega proyek Tol Trans Jawa itu telah mencapai wilayah Besuki, Kabupaten Situbondo.
Ruas Paiton–Besuki yang merupakan seksi 3 Tol Prosiwangi kini telah rampung 100 persen.
Jalan tol ini membentang sepanjang sekitar 25 kilometer, menghubungkan wilayah perbatasan Kabupaten Probolinggo dengan Situbondo.
Penyelesaian seksi ini menjadi tonggak penting dalam upaya menyambungkan jalur Tol Trans Jawa hingga ke ujung timur Pulau Jawa, yakni Banyuwangi.
Membelah Perbukitan Pantura Selatan
Berbeda dengan ruas tol di kawasan dataran rendah, tol Prosiwangi seksi 3 dibangun melintasi kawasan perbukitan.
Tak hanya perbukitan di wilayah Paiton, Kabupaten Probolinggo, jalur tol ini juga membelah kontur berbukit di Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo.
Secara geografis, posisi tol berada di sisi selatan jalur Pantai Utara (Pantura).
Jalur ini dirancang berada di atas kawasan perbukitan untuk meminimalkan persinggungan langsung dengan permukiman padat penduduk, sekaligus menyesuaikan kontur alam wilayah tapal kuda.
Keberadaan tol di kawasan ini juga diharapkan mampu memperlancar arus logistik dan mobilitas kendaraan jarak jauh yang selama ini bergantung pada jalur Pantura yang kerap padat.
Sempat Dibuka Fungsional saat Nataru
Meski belum beroperasi penuh, ruas tol Paiton–Besuki sudah sempat dibuka secara fungsional pada momen libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Pembukaan fungsional tersebut dimanfaatkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Situbondo–Probolinggo.
Saat ini, pekerjaan yang tersisa di seksi 3 hanya berupa perbaikan minor dan penyempurnaan fasilitas penunjang, seperti rambu lalu lintas, marka jalan, serta sistem keselamatan.
Berdasarkan rencana, jalan tol Paiton–Besuki akan mulai dioperasikan secara penuh pada Februari 2026.







