Tolak Pembangunan IPAL Harga Mati

0
433
KOMPAK: Puluhan warga menolak pembangunan IPAL Terpadu di Dusun Tratas, kemarin (kanan). Warga menunjukkan tembok rumah yang retak-retak.
KOMPAK: Puluhan warga menolak pembangunan IPAL Terpadu di Dusun Tratas, kemarin (kanan). Warga menunjukkan tembok rumah yang retak-retak.

MUNCAR – Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, masih menyisakan masalah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Pasca retaknya tembok rumah warga akibat getaran mesin pemasang tiang pancang, kemarin puluhan warga kembali berunjuk rasa. Mereka menolak pembangunan IPAL yang berlokasi di tanah bekas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) tersebut.

Warga menempel selebaran di sekitar lokasi proyek. Bahkan, selebaran itu juga terpasang di rumah warga dan kanan-kiri jalan menuju lokasi pembangunan IPAL. Penolakan atas pembangunan IPAL tersebut merupakan harga mati. Pasalnya, warga tidak pernah menyatakan sepakat atas proyek tersebut. ‘

Loading...

Warga di sini nggak ada yang sepakat,’’ cetus Misri, salah seorang warga setempat. Menurut Misri, kalau toh ada persetujuan, itu merupakan kesepakatan terselubung. Pasalnya, mayoritas warga tidak pernah menyuarakan kata setuju.

Kalau memang benar-benar ada tanda tangan, itu tanda tangan gelap,’’ tandas Misri ga lain, Juwanto mengungkapkan, masalah pembangunan IPAL Terpadu itu su dah tidak bisa ditoleransi.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2