sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nasib tragis menimpa Andik (43) dan Priadi (44), warga Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Keduanya tewas mengenaskan setelah truk bermuatan buah naga yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Glenfaloch, Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Rabu (14/1) dini hari.
Truk bernomor polisi S 9820 UL itu dikemudikan oleh Andik, dengan Priadi sebagai kernet. Keduanya diketahui baru saja pulang dari Bali dan hendak kembali ke Lamongan.
Diduga kuat, sopir mengantuk dan belum mengenali medan jalan yang dikenal memiliki tikungan tajam di lokasi kejadian.
TKP: Anggita Unit Gakkum Polrestas Banyuwangi olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan tunggal masuk Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan kalibaru, Rabu (14/1). (SALIS ALI/RADAR BANYUWANGI)
Anggota Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Aipda Edwin Aprilianto, menjelaskan kecelakaan bermula saat truk melaju cukup kencang dari arah timur.
Setibanya di lokasi kejadian, sopir diduga gagal mengendalikan kendaraan.
“Kemungkinan sopir mengantuk dan belum mengenali medan,” ujar Edwin.
Akibat menikung dengan kecepatan tinggi dan muatan berat, truk berwarna kuning tersebut oleng, lalu menghantam pembatas jembatan.
Kendaraan bahkan terus melaju hingga menabrak kandang kambing milik warga di sekitar lokasi.
“Saat menikung dengan muatan berat, truk kemudian menghantam jembatan dan kandang kambing milik warga,” jelas Edwin sambil menunjuk lokasi truk berhenti.
Benturan keras membuat bagian depan truk ringsek parah. Kendaraan baru berhenti setelah menghantam beton pembatas jalan.
Akibatnya, sopir dan kernet terjepit di dalam kabin, sehingga proses evakuasi berlangsung sulit.
“Kondisi korban sangat memprihatinkan. Evakuasi sempat terkendala karena posisi sopir terjepit kabin,” tambahnya.
Page 2
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Andik mengalami luka berat, di antaranya patah tulang tangan kiri, patah kaki kanan, luka robek di kaki kiri, cedera otak berat, patah tulang rusuk kanan, serta luka robek di bagian perut.
Sementara itu, Priadi mengalami patah tulang kaki kanan hingga putus di bagian lutut serta patah tulang tangan kanan.
Kedua korban berhasil dievakuasi ke RSU Bhakti Husada Krikilan, namun nyawa keduanya tidak tertolong akibat luka parah yang dialami.
Setelah proses evakuasi selesai, petugas kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
“Evakuasi korban dibantu sejumlah sopir truk lain yang melintas. Tidak lama kemudian, muatan buah naga juga dipindahkan ke truk lain oleh rekan-rekan korban,” terang Edwin.
Sementara itu, salah satu saksi mata, Suwardi (56), warga Dusun Tegalgondo, mengungkapkan bahwa saat kejadian sekitar pukul 04.25 WIB, kondisi lampu penerangan jalan umum (LPJU) dalam keadaan mati.
“Jalannya memang gelap. Mungkin karena sopir baru melintas jalan ini, jadi tidak tahu ada tikungan tajam,” jelasnya.
Pihak kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan bermuatan berat, agar lebih berhati-hati, mengenali kondisi jalan, dan tidak memaksakan diri berkendara saat mengantuk demi menghindari kecelakaan serupa. (sas)
Page 3
sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Nasib tragis menimpa Andik (43) dan Priadi (44), warga Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.
Keduanya tewas mengenaskan setelah truk bermuatan buah naga yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Glenfaloch, Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Rabu (14/1) dini hari.
Truk bernomor polisi S 9820 UL itu dikemudikan oleh Andik, dengan Priadi sebagai kernet. Keduanya diketahui baru saja pulang dari Bali dan hendak kembali ke Lamongan.
Diduga kuat, sopir mengantuk dan belum mengenali medan jalan yang dikenal memiliki tikungan tajam di lokasi kejadian.
TKP: Anggita Unit Gakkum Polrestas Banyuwangi olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kecelakaan tunggal masuk Dusun Tegalgondo, Desa Kajarharjo, Kecamatan kalibaru, Rabu (14/1). (SALIS ALI/RADAR BANYUWANGI)
Anggota Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, Aipda Edwin Aprilianto, menjelaskan kecelakaan bermula saat truk melaju cukup kencang dari arah timur.
Setibanya di lokasi kejadian, sopir diduga gagal mengendalikan kendaraan.
“Kemungkinan sopir mengantuk dan belum mengenali medan,” ujar Edwin.
Akibat menikung dengan kecepatan tinggi dan muatan berat, truk berwarna kuning tersebut oleng, lalu menghantam pembatas jembatan.
Kendaraan bahkan terus melaju hingga menabrak kandang kambing milik warga di sekitar lokasi.
“Saat menikung dengan muatan berat, truk kemudian menghantam jembatan dan kandang kambing milik warga,” jelas Edwin sambil menunjuk lokasi truk berhenti.
Benturan keras membuat bagian depan truk ringsek parah. Kendaraan baru berhenti setelah menghantam beton pembatas jalan.
Akibatnya, sopir dan kernet terjepit di dalam kabin, sehingga proses evakuasi berlangsung sulit.
“Kondisi korban sangat memprihatinkan. Evakuasi sempat terkendala karena posisi sopir terjepit kabin,” tambahnya.







