Tunggakan Dana SPM Melangit

0
350

BANYUWANGI – Operasional dua rumah sakit milik Pemkab Banyuwangi terancam terganggu. Obat-obatan yang digunakan melayani pasien dengan surat pengantar miskin (SPM) ternyata belum terbayar pemerintah hingga kemarin (27/4).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Klaim dana SPM yang belum dibayar tersebut bukan hanya klaim tahun anggaran 2012. Tunggakan pembelian obat untuk warga miskin 2011 ternyata juga banyak yang belum terbayar. Bahkan, di RSUD Genteng dana tunggakan SPM 2010 belum lunas.

“Yang belum terbayar pada 2010 ada Rp 426.780.000,” terang direktur RSUD
Genteng, dr. Indah Lestari. Menurut Indah, dana SPM dan Jamkesda di RSUD Genteng tahun 2011 lalu yang belum dibayar pemerintah juga tinggi. Berdasar laporan yang diterima, jumlah tunggakan tahun lalu mencapai Rp 1,487,834,000.

“Meski belum dibayar, kita tetap melayani warga yang membawa SPM,” katanya. Bagaimana tahun anggaran 2012 ini? Indah mengaku belum tahu pasti jumlah dana SPM yang harus dibayar pemkab. Gambarannya, mulai Januari 2012 hingga Maret 2012, dana yang dikeluarkan untuk melayani pasien SPM Rp 75 juta hingga 180 juta per bulan.

“Karena pemkab belum membayar, sementara kita talangi dulu,” ujarnya. Hasil koordinasi dengan pemkab, jelas Indah, tunggakan tersebut rencananya akan dibayar melalui dana Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2012. “Semua klaim yang belum terbayar itu akan kita ajukan dalam PAK,” cetusnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last