Turun dari Dokar, Nanang Diarak Moge

  • Bagikan

turunBANYUWANGI – Tongkat komando Kapolres Banyu wangi resmi berpindah tangan kemarin. Kapolres lama, AKBP Nanang Masbudi, menyerahkan tongkat komando kepada penggantinya, AKBP Yusuf. Sejatinya serah terima jabatan (sertijab) sudah dilangsungkan di Mapolda Jatim Sabtu lalu (14/9) ber sama 24 perwira menengah (pamen) yang dimutasi. Na mun, di internal Polres Banyuwangi, penjemputan dan pelepasan dua pejabat tersebut baru digelar kemarin.

Sekadar tahu, mutasi kapolres tertuang dalam Telegram (TR) Kapolri Bernomor ST/1727/VIII/2013 tertanggal 30 Agustus 2013 lalu. Ada 388 perwira menengah (pamen) setingkat AKBP dan kombes di seluruh Indonesia yang dimutasi. Dalam TR tersebut, Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi mendapat promosi baru sebagai Wakil Direktur Polisi Air dan Udara (Wadir Polairud) Polda Jatim.

Penggantinya, AKBP Yusuf, sebelumnya menjabat Kapolres Madiun. Penjemputan Yusuf dan pelepasan Nanang Masbudi kemarin digelar dalam farewell parade. Setelah mendapat kalungan bunga, Yusuf bersama istri berjalan menuju joglo depan Mapolres Banyuwangi. Ketika transit di joglo, mereka sempat dihibur tarian gandrung Rangkaian acara dilanjutkan dengan apel besar yang diikuti jajaran Polres Banyuwangi.

Selesai upacara, giliran Nanang Masbudi dilepas lewat upacara pedang pora. Nanang di dampingi istri berjalan pelan melewati gerbang pora. Selanjutnya, perwira polisi kelahiran Mojokerto itu diarak menggunakan dokar menuju perempatan Baluk. Di sana sudah menunggu belasan pencinta trail dan motor gede yang siap mengantarkan Nanang Mas budi menuju tempat tugas barunya sebagai Wadir Polairud Jatim.

Dalam sambutannya, Nanang Mas budi mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran polres yang telah membantunya selama 23 bulan di Banyuwangi. Dia memohon maaf jika ada kesalahan selama bertugas di Banyuwangi. ”Harapan kami, kapolres yang baru bisa melanjutkan program Poldes yang telah kita canangkan,” pesan Nanang. Sementara itu, Kapolres yang baru AKBP Yusuf meminta para kabag, kasat, dan Kapolsek, ikut bertanggung jawab atas tugas-tugas pimpinan. Dia berpesan agar kekompakan tetap terjaga. ”Yang terpenting adalah memunculkan rasa memiliki dan tanggung jawab,” katanya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: