Ubur-ubur Tidak Pengaruhi Ikan

0
463

uburMUNCAR – Polemik seputar pencemaran perairan Muncar akibat limbah ubur-ubur mengundang perhatian nelayan setempat. Mereka menilai pengolahan ubur-ubur tidak menimbulkan masalah. Sebaliknya, pengolahan ubur-ubur bisa membantu menopang perekonomian masyarakat setempat. Salah seorang nelayan, Sujarno menuturkan, musim ubur-ubur tidak menimbulkan masalah. Jadi tidak perlu dipermasalahkan. Bahkan, musim ubur-ubur menjadi berkah tersendiri bagi nelayan demi dapurnya tetap mengepul.

Terkait limbah ubur-ubur yang diduga sebagai biang pencemaran laut, menurutnya hal itu tidak benar. “Ada ubur-ubur ini nelayan malah senang,” tuturnya. Penyataan Sujarno itu diamini Asmuni, ketua KUD Mina Mun car. Ubur-ubur bisa menambah pendapatan masyarakat. Kalau ada yang khawatir terkait limbah dari bekas produksi ubur-ubur, hal itu dianggap wajar. ”Yang pasti limbah ubur-ubur tidak berbahaya,” tegas Suajrno. Kalaupun ada pencemaran, sebenarnya sejak tahun 1970-an perairan Muncar sudah tercemar.

Sampai saat ini pengolahan ubur-ubur masih dilakukan secara tradisional. Kalau ada yang mempermasalahkan, Asmuni menduga itu hanya terkait persaingan bisnis. Senada dengan Asmuni, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Banyuwangi, Hasan Basri, menilai ubur-ubur bermanfaat bagi masyarakat Itu bisa dilihat dari tidak adanya gejolak di masyarakat. Menurutnya, produksi uburubur di Muncar sudah berizin.

”Sudah ada fasilitas pengendalian limbah dan lain-lain,” imbuhnya. Sugeng Prasetyo sebagai pengolah ubur-ubur menegaskan, pro duksi ubur-ubur sudah menggunakan bahan yang aman. Garam menjadi bahan utama dalam mengolah hewan lunak tersebut. Kalaupun ada bahan lain, jumlahnya tidak banyak. “Bahan utamanya garam. Kalaupun pakai tawas, jenisnya sama seperti yang di pakai PDAM, jadi aman,” tegasnya.

Terkait limbah sisa produksi ubur-ubur, Sugeng memastikan aman bagi lingkungan. Sisa produksi itu bisa terurai dengan baik. Seperti diberitakan sebelumnya, musim ubur-ubur memunculkan kekhawatiran tersendiri bagi warga Muncar. Mereka menilai produksi ubur-ubur itu tidak mengantongi izin dan membahayakan lingkungan, karena limbah produk si tidak diolah dengan baik. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Tiga Rumah Warga Rusak Akibat Angin Kencang