Usaha Kecil mulai Keteteran

0
105

usahakecilSEMPU – Cuaca panas ternyata berpengaruh pada usaha ekonomi kerakyatan. Sejumlah pelaku usaha mengaku akhirakhir ini, pesanan barangnya menurun karena cuaca panas. Perajin krupuk uyel, Suhailik, 42, asal Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu, ini mengaku beberapa hari terakhir permintaan konsumen terasa sedikit menurun karena cuaca panas dan banyaknya orang yang punya hajatan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Meski permintaan menurun, Suhailik menyebut tidak mempengaruhi proses produksi. Setiap produksi krupuk uyel, pihaknya menghabiskan tiga kuintal terigu. Perajin krupuk kromolio ternyata juga bernasib sama. Saat ini, perajin di Desa/Kecamatan Tegalsari usahanya mulai  tersendat karena kesulitan bahan baku. “Krupuk kromolio itu bahan dari singkong,” cetus Abdul Majid, 50, perajin krupuk asal Desa Tegalsari.  

Menurut Majid, dalam menjalankan usaha membuat krupuk kromolio ini, menggunakan singkong dari luar daerah, seperti dari Malang dan sekitarnya. “Singkongnya ini dari Malang, sekarang kiriman gak lancar,” katanya sambil garukgaruk kepala. Singkong dari Malang, terang dia, harganya itu lebih murah. Selain itu, kualitas krupuk yang dihasilkan juga lebih baik. Harga singkong dari Malang itu, kini harganya Rp. 1.200 perkilogramnya. (radar)

Loading...