Kumpulan Berita Terkini Seputar Banyuwangi
English VersionBahasa Indonesia

Viral Sirine Sungai Cisadane, Ternyata Ini SOP Resmi yang Jarang Diketahui

viral-sirine-sungai-cisadane,-ternyata-ini-sop-resmi-yang-jarang-diketahui
Viral Sirine Sungai Cisadane, Ternyata Ini SOP Resmi yang Jarang Diketahui

sumber : radarbanyuwangi.jawapos.com – Kondisi Sungai Cisadane Tangerang kembali menjadi perhatian publik seiring dibunyikannya sirine peringatan di Pintu Air 10, Neglasari, Kota Tangerang, pada Jumat, 23 Januari 2026.

Sungai utama yang melintasi wilayah Tangerang ini memiliki peran vital sebagai sumber air baku, pengendali banjir, hingga penopang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di sekitarnya.

Seiring pesatnya pertumbuhan kawasan permukiman dan industri, tantangan dalam pengelolaan Sungai Cisadane semakin kompleks.

Berbagai laporan dari warga, komunitas lingkungan, hingga pemerintah daerah menunjukkan perlunya langkah berkelanjutan agar sungai ini tetap berfungsi optimal dan aman bagi masyarakat.

Peran Strategis Sungai Cisadane bagi Tangerang

Sungai Cisadane merupakan salah satu sungai besar di Provinsi Banten dan Jawa Barat.

Alirannya membentang dari wilayah hulu di Bogor hingga bermuara di Laut Jawa, melewati sejumlah kota dan kabupaten, termasuk Kota dan Kabupaten Tangerang.

Bagi masyarakat Tangerang, Sungai Cisadane berfungsi sebagai sumber air baku untuk kebutuhan rumah tangga dan industri, sistem drainase alami untuk mengurangi risiko banjir, pendukung ekosistem air tawar, serta ruang sosial dan ekonomi di kawasan bantaran.

Karena itu, kondisi Sungai Cisadane sangat memengaruhi kualitas hidup warga.

Dinamika Kondisi Sungai Cisadane Terkini

Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi Sungai Cisadane Tangerang menunjukkan dinamika yang beragam.

Di sejumlah titik, aliran sungai terpantau relatif stabil, terutama pada musim kemarau.

Namun, di lokasi lain masih ditemukan persoalan seperti penumpukan sampah, pendangkalan, serta pencemaran air akibat limbah domestik dan aktivitas industri.

Temuan di lapangan menunjukkan adanya perubahan warna air, sedimentasi yang mengurangi kapasitas tampung sungai, serta sampah rumah tangga yang menumpuk di bantaran.

Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir saat curah hujan tinggi.

Risiko Banjir dan Perubahan Tata Guna Lahan

Wilayah Tangerang dikenal sebagai kawasan dengan pertumbuhan permukiman yang pesat.


Page 2


Page 3

Perubahan tata guna lahan di sekitar Sungai Cisadane berdampak pada menurunnya daya dukung lingkungan.

Penyempitan badan sungai, berkurangnya daerah resapan air, serta keberadaan bangunan di bantaran menjadi faktor yang memperparah potensi luapan air.

Ketika hujan deras terjadi dalam durasi panjang, debit Sungai Cisadane dapat meningkat signifikan.

Jika aliran air terhambat oleh sampah atau sedimentasi, risiko banjir di kawasan permukiman warga menjadi semakin besar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang menegaskan bahwa bunyi sirine di Pintu Air 10 Sungai Cisadane merupakan bagian dari Standar Operasional Prosedur (SOP) saat terjadi kenaikan debit air.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa berdasarkan pemantauan petugas, ketinggian muka air Sungai Cisadane telah memasuki status Siaga 3.

Sesuai SOP, kondisi tersebut mengharuskan petugas membunyikan sirine sebagai peringatan dini kepada masyarakat.

Mahdiar menyampaikan bahwa hingga saat ini tiga pintu air telah dibuka untuk mengendalikan aliran air.

Meski demikian, terdapat potensi kenaikan debit air kiriman dari wilayah hulu, khususnya dari Bogor dan sekitarnya, yang diperkirakan dapat berdampak ke wilayah hilir pada malam hari.

Imbauan BPBD kepada Masyarakat

BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi bunyi sirine maupun informasi yang beredar di media sosial.

Sirine tersebut merupakan tanda kesiapsiagaan, bukan penanda kondisi darurat ekstrem atau banjir yang sudah terjadi.

Status Siaga 3 masih berada di bawah Siaga 2 dan Siaga 1, yang merupakan level tertinggi dalam sistem peringatan banjir.

Meski demikian, warga yang tinggal di bantaran Sungai Cisadane diminta meningkatkan kewaspadaan, mengamankan barang-barang berharga, serta mengikuti arahan petugas jika terjadi peningkatan status siaga.

Upaya Penanganan dan Peran Masyarakat

Untuk menjaga fungsi Sungai Cisadane Tangerang, pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya, mulai dari normalisasi sungai, pengerukan sedimentasi, penertiban bangunan sesuai aturan tata ruang, pembangunan tanggul dan turap, hingga pembersihan sampah secara rutin.

Selain pembangunan infrastruktur, edukasi masyarakat, pengawasan pembuangan limbah, serta penguatan regulasi lingkungan menjadi bagian penting dari pengelolaan sungai.