Wabup Diwaduli Pemain Persewangi

0
337

BANYUWANGI – Desakan bola mania Ba- nyuwangi untuk melakukan dengar pendapat (hearing) atas persoalan Persewangi rupanya disikapi positif kalangan pemain. Menindaklanjuti kondisi internal tim saat ini, sepuluh pemain Persewangi menemui Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko di ruang kerjanya kemarin (7/5).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Di hadapan Wabup Yusuf, pemain Persewangi berkeluh kesah terkait nasib mereka selama membela Persewangi. Keluh kesah tersebut di antaranya terkait kontrak dan gaji yang belum di- bayar manajemen hingga hampir empat bulan. Kepada wabup, mereka menuturkan bahwa persiapan mengikuti kompetisi sudah dilakukan sejak September.

Namun, hingga kompetisi dimulai 20 Desember 2011, pemain belum menerima persekot 30 persen dari nilai kontrak. Kondisi tersebut diperburuk dengan belum dibayarnya gaji hingga saat ini.Dari awal kompetisi, pemain baru menerima gaji sekali plus setengah gaji. “Jadi, gajian pertama penuh, selanjutnya hanya dapat separo. Sampai sekarang belum gajian lagi,” beber salah satu pemain.

Loading...

Di sisi lain, pemain juga mengeluhkan kemampuan manajemen dalam mengelola tim. Mereka merasa ada perlakuan berbeda terhadap pemain Banyuwangi dan pemain pendatang. Yang paling terasa, kini sebagian pemain tinggal di rumah pengurus di kawasan Puri Rogojampi, dan sebagian lagi menetap di rumah sewaan lain yang juga di kawasan Puri Rogojampi.

Perbedaan perlakuan juga tampak dari fasilitas yang diberikan tim. Pemain asli Banyuwangi datang ke stadion menggunakan angkutan pribadi, seperti sepeda motor. Berbeda dengan pemain pendatang yang diantar-jemput menggunakan mobil Suzuki APV milik Persewangi. “Kami pun tidak diberikan uang transport atau bensin.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2