Berita Terkini Seputar Banyuwangi
Sosial  

Warga Demo Panitia Pilkades

REDAM MASSA: Ivan saat berorasi di pintu gerbang Kantor Kepala Desa Kalibaru Wetan kemarin.
REDAM MASSA: Ivan saat berorasi di pintu gerbang Kantor Kepala Desa Kalibaru Wetan kemarin.

Gara-gara Pemenang Pilkades tidak Punya Akta Kelahiran

KALIBARU – Pelaksanaan pemilihan kepala Desa (Pilkades) Kalibaru Wetan, Ke camatan Kalibaru, ternyata menyisakan masalah bagi sebagian masyarakat setempat. Kemarin pagi, ratusan massa berunjuk rasa di kantor Kades Kalibaru Wetan.

Mereka menuntut agar panitia pilkades meminta maaf kepada massa, karena telah meloloskan calon kades nomor urut satu atas nama Siti Suadah. Satu-satunya calon perempuan tersebut dinilai cacat administrasi saat pendaftaran, yaitu tidak memiliki akta kelahiran sebagaimana disyaratkan.

Begitu sampai di depan pintu gerbang kantor Kades Kalibaru Wetan, perwakilan masa sempat menggelar orasi sebentar dari atas bak mobil pikap yang mengangkut sound system. Tak lama kemudian, beberapa perwakilan pengunjuk rasa masuk ke kantor Kades Kalibaru Wetan untuk bertemu perwakilan Badan Permusyawaratan Desa dan Ketua Panitia Pilkades, Sanusi.

Sempat terjadi perdebatan panas saat perwakilan pengunjuk rasa melakukan pertemuan dengan Sanusi di ruang Kades Kalibaru Wetan. Debat itu disaksikan jajaran Muspika Kalibaru. Sayang, meski terjadi perdebatan panas, pertemuan tersebut tak menemukan kata sepakat. Sanusi bersikukuh bahwa semua tahap sudah benar.

Oleh karena itu, dia merasa tidak perlu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat sebagaimana yang dituntut oleh Ivan dan kawan-kawan. “Semua ada berita acaranya,” tuturnya. Merasa jengkel tuntutannya tak dipenuhi, Ivan langsung mengajak rekan-rekannya keluar ruang pertemuan, dan menemui massa pengunjuk rasa.

“Saudara-saudara, tuntutan kita tidak dipenuhi. Panitia tidak mau minta maaf. Sekarang kita pulang dengan tertib, dan nanti kita akan datang lagi dengan massa yang lebih besar,” tandas Ivan. (radar)

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE