Warga Licin Ngaji Bersama KHR Moh Kholil As’ad Syamsul Arifin

0
665
KHR Moh Kholil As’ad Syamsul Arifin Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Wali Songo Situbondo saat memberikan tausiyah kemarin di Desa Licin

Juga Dihadiri Wendriawanto, Anggota DPRD PD


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

LICIN – Sebagai wujud rasa syukur, warga Desa Licin menggelar pengajian akbar pada Rabu (1/11). Pengajian akbar yang rutin digelar setiap tahun ini mengundang Pengasuh Pondok Pesantren (PP) Wali Songo Situbondo, KHR Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin. Selain dihadiri Kepala Desa Licin Akhmad Sugiono, anggota DPRD Banyuwangi Dapil 1 dari partai Demokrat Wendrianto serta sejumlah tokoh masyarakat turut hadir.

Ketua panitia pengajian akbar Abdul Halim mengatakan, pengajian akbar ini diawali dengan khataman Al-quran di 75 titik yang tersebar di beberapa desa Liçin. Pengajian ini bekerja sama dengan majelis jam`iyah Khotmil Quran.

“Mudah-mudahan dengan Qotmil Qur’an ini kita mencintai al-quran sebagair kitab sucii yang harus tetap kita jaga bersama-sama jangan sampai kita diperdaya dengan paham-paham baru yang dapat menghasut keimanan kita terhadap Al-quran,” kata Abdul Halim.

Loading...

Kepala Desa Licin Akhmad Sugiono menjelaskan, masyarakat saat ini sedang dalam posisi merangkak menuju tatanan dunia baru, era global di mana peradaban semakin maju dalam hidup bermasyarakat telah terjadi kemerosotan moral dan niiai-nilai spiritual.

Disisi lain para generasi muda yang telah disiapkan untuk meneruskan perjalanan negeri ini semakin banyak terperosok ke dalam jurang kenistaan. “Maka dengan pengajian akbar bersama Khotmil Quran ini sebagai upaya untuk membentengi warga Desa Liçin dalam menyiapkan generasi yang bertanggung jawab serta punya itikad baik untuk maju,” kata Kades yang akrab dipanggil Mbah Daeng ini.

Anggota DPRD Banyuwangi Dapil 1 dari Partai Demokrat Wendriawanto menambahkan, pengajian ini harus rutin digelar. Selain sebagai ajang menggalang tali silaturahmi sekaligus dapat mewujudkan persatuan di antara masyarakat yang plural.

“Era global, kika tidak kita bentengi dengañ keimanan maka bisa berdampak kurang baik terhadap masyarakat khususnya generasi muda, teknologi gadget séperii media sosial sudah menembus ruang dan waktu. Jika tidak kita siapkan tameng, maka kita bisa terjerumus,” ujar pria yang biasa dipanggil Wewe ini.

Sementara itu, dalam tausiyahnya KHR. Moh. Kholil As’ad Syamsul Arifin menekankan agar setiap langkah hidup harus sesuai déngan petunjuk Al-quran. Blla tidak mengetahui tujuan hidup yang benar, kita akan kehilangan pegangan dan motivasi dalam menjalani hldup.

“Jadinya kita akan menjalani hidup dengan asal saja, atau berpatokan pada tujuan yang salah. Oleh sebab itu, jika ingin menimba ilmu maka ilmu tersebut harus tetap berpatokan Al-quran,” kata Ra Kholil. (radar)

Loading...