Beranda Budaya Warga Ruwatan untuk Buang Sial

Warga Ruwatan untuk Buang Sial

0
930

MUNCAR-Memperingati tahun baru Islam, 1 Muharram 1437 hijriyah atau 1 Suro dalama kalender Jawa, paguyuban warga Jawa Sastro Jendro Hayuningrat Pangruate Jagad Dusun Krajan, Desa Tembokrejo, Kecamatan  Muncar, menggelar ritual ruwatan  masal kemarin (1/11).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam upacara ritual itu, warga yang menjalani pangruwatan murwokolo tidak  hanya warga yang ada di wilayah Kecamatan  Muncar, tapi juga banyak yang dari luar  daerah seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, dan Kediri.

“Ruwatan ini kita gelar rutin tiap  bulan Suro,” cetus panitia ruwatan, Suwoko. Menurut Suwoko, ruwatan masal yang digelar ini untuk melebur atau membuang energi negatif (kesialan) berupa sengkolo atau sukerta  yang melekat pada diri setiap manusia.

“Ruwatan  ini untuk pembersihan diri,” katanya.  Sengkolo atau energi negatif itu, terang dia,  biasanya melekat pada anak laki-laki yang  diapit oleh anak perempuan, anak perempuan yang diapit oleh anak laki-laki, anak tunggal,  dan pendowo lima (laki-laki dengan lima  bersaudara).

Loading...

“Diruwat untuk menghindari  murka dari batara kala,” ujarnya.  Prosesi ruwatan yang dilakukan dengan adat Jawa itu, melalui pagelaran wayang  kulit ringgit purwo. Dalam pertunjukan  ini, lengkap dengan gamelan dan sinden,  layaknya pertunjukan wayang kulit.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

error: Uppss.......!